x

Munas Permabudhi Dibuka Presiden Joko Widodo Di Istana Negara

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo membuka Musyawarah Nasional Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) di Istana Negara, Selasa (18/9). Munas ke-1 Permabudhi ini dihadiri oleh para bhikkhu Sangha dari berbagai mazhab dan ratusan umat Buddha dari 34 provinsi di Indonesia.

“Permabudhi ini sangat istimewa karena akan dibuka oleh Presiden Jokowi dan diselenggarakan di Istana Negara. Permabudhi merupakan wadah baru umat Buddha Indonesia yang didirikan 3 April 2008,” kata Arief Harsono, Ketua Umum Permabudhi seperti yang dilansir Merdeka.com.

Presiden Jokowi menandai pembukaan Munas dengan pemukulan gong. Sejumlah pejabat juga turut hadir dalam acara ini, di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi kembali mengingatkan tentang kebesaran Bangsa Indonesia. “Saya ingatkan kepada semuanya, negara kita adalah negara besar. Oleh sebab itu, saya ingin mengajak kita semuanya marilah kita menjaga persatuan, karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan,” tuturnya.

Sementara itu, Bhante Sri Pannyavaro dalam pesan Dhammanya menyampaikan ada enam faktor Dhamma yang bisa merawat kesatuan dan persatuan, yaitu; (1). Berperilaku/bertindak dengan cinta kasih, (2). Bertutur kata, menulis, bertegur sapa dengan cinta kasih, (3). Berpikir dengan cinta kasih, (4). Berbagi kebahagiaan. Keberhasilan dari satu lembaga (anggota Permabudhi) akan dirasakan seluruh anggotanya, (5). Menaati etika yang telah disepakati bersama, (6). Memiliki pandangan yang sama. Pancasila dasar negara RI adalah diṭṭhisammañata.

“Cinta kasih (mettā) dan kearifan (paññā) adalah inti dari Dhamma dalam semua mazhab,” terang bhante.

Bhante Pannyavaro menambahkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika yang dituliskan oleh seorang pujangga Buddhis Mpu Tantular di lontar Sutasoma pada zaman Majapahit yang menjadi salah satu dari 4 pilar persatuan dan kerukunan bangsa ini adalah kontribusi besar umat Buddha dalam meletakkan dasar filosofis kerukunan bangsa. “Bhinneka Tunggal Ika adalah jatidiri kita,” pungkasnya.

Munas Permabudhi selanjutnya Munas dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Jakarta Harmoni di Jl. Hayam Wuruk No. 36-37 Jakarta.


Sumber: BuddhaZine.com

Dibaca : 375 kali