x

Dana Kathina Oleh YM. Bhante Sri Pannavaro

Kathina adalah dana kepada Sangha. Kathina bukan dana kepada pribadi bhikkhu. Tetapi dana yang harus dipersembahkan dengan pikiran dana kepada Sangha. Dhamma mengajarkan: "Tanah yang padat, lautan yang luas, gunung Mahemeru yang sangat tinggi karena waktu yang berjalan terus, karena ketidakkekalan, itupun bisa habis. Lautan bisa kering, gunung bisa hancur, tanah yang padat bisa berhamburan. Tetapi kebaikan yang kamu lakukan kepada Sangha, seratus ribu kalpa tidak akan musnah".

Kalau berdana kepada Sangha sekarang ini dan Anda mempunyai Akusalakamma yang menunda, kamma baik itu tidak mungkin akan menjadi Ahosi. Kamma baik itu tidak mungkin lenyap, menjadi kadaluarsa. Meskipun nanti seribu kalpa, dana Anda kepada Sangha itu akan berbuah.

Satu kalpa bumi ini terbentuk, berlangsung dan hancur kembali demikian sampai 100.000 kali.

Seratus ribu kalpa kebaikan yang dilakukan kepada Sangha tidak akan musnah. Apa sebab? Anda berdana kepada Sangha tidak mengenal favoritisme. Karena dana yang Anda tujukan kepada Sangha ini Anda tujukan kepada semua bhikkhu yang hadir ataupun yang tidak ikut hadir, yang sekarang ataupun yang akan datang.

Demikianlah hakekat yang bisa kita petik dari setiap masa Kathina. Kita tidak ragu-ragu berdana, apa pun hendaknya kita rela memberi. Apalagi kalau kita mengerti hidup ini adalah anatta, tidak ada aku, tidak ada yang menjadi milikku, dan tidak aku yang bisa memiliki semuanya adalah proses, pada saat kematian kita akan meninggalkan semuanya. Apa perlunya kita menyimpan terlalu banyak, kita hanya hidup secukupnya kemudian berikan semuanya untuk anak, keluarga, masyarakat dan yang lainnya. Kami para bhikkhupun sudah membuat perjanjian: "Besok kalau saya mati cukillah mata saya ini dan pakailah, kepada siapa yang membutuhkannya".

Apakah Anda mau mengikuti jejak kami? Membuat pernyataan, 'kalau mati ambillah mata saya ini, berikan kepada mereka yang membutuhkannya'. Saya lebih rela mendanakan mata saya daripada mata orang lain. Kami siap mendanakan darah kami. Bahkan ada orang yang menyatakan atau membuat wasiat: "Kalau saya mati, jangan kuburkan saya, jangan bakar saya, saya mendanakan jasmani saya ini. Aapa pun yang bisa diambil, ambillah! Ginjal mau diambil ambillah! Mata mau diambil ambillah!"

Betapa bahagianya orang yang berdana. Marilah kita bertekad meskipun tidak mampu, aku rela memberikan apapun kepada siapapun yang membutuhkannya". Sang Buddha mengatakan: "Apakah yang bisa diperoleh dari dana? Nama harum, wajah cantik, usia panjang, kekayaan, pangkat, kekuasaan, pengaruh, raja besar, menjadi dewa, kehidupan di Alam Brahma, mencapai Arahat, Pacceka Buddha, Samma Sambuddha semuanya itu adalah manfaat dari Dana Punna, kekuatan baik, kekuatan bajik dari dana".

Jadilah orang yang bisa di contoh oleh masyarakat dalam berdana. Jangan remehkan perbuatan baik. Meskipun kecil, kebaikan adalah kebaikan. Jangan remehkan kebaikan. Seperti air yang menetes di tempayan, setetes demi setetes, akhirnya akan menjadi penuh.

Selamat berdana, memasuki masa Kathina dengan penuh kebahagiaan. Semoga mencapai kebebasan akan dana yang dilakukan dengan keyakinan kepada Tiratana. Dengan kekuatan kebaikan kita, semoga kita mencapai kebahagiaan.


Diambil dari: Facebook Dhammacakka Fun Day

Dibaca : 441 kali