Dhammacakka Online
x

Pasangan Meninggal

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante, saya mau tanya jika kita sudah bercerai secara sah/pasangan sah telah meninggal. Apakah menikah lagi diperbolehkan, apakah melanggar sila ke 3?

Jackson,

Jawaban:

Kepada Yth. Jackson,


Setiap perbuatan sebaiknya dilandasi dengan niat yang baik. Termasuk menikah kembali. Apabila hal ini bertujuan untuk perkembangan anak dan kebaikan batin Anda tentunya bukanlah pelanggaran. Bicarakan dengan anak dan keluarga inti atas keputusan besar yang akan diambil.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Cara Memasang Altar Dewi Kwan Im Di Rumah

Pertanyaan:

Mohon penjelasan gimna caranya memasang patung dewi kwanim di rumah dan patung saya beli dalamny kosong arus di isi pakai apa?? Terimakasih

Hermat, Jakarta Utara

Jawaban:

Kepada Yth. Hermat di Jakarta Utara,


Rupang atau patung dewa/dewi sebaiknya diletakkan di tempat yang nyaman, supaya ketika Anda memberikan penghormatan tidak terganggu. Sesuaikan dengan kondisi tempat tinggal Anda.

Perihal "isi" dapat dimaknai dengan mengisinya dengan perbuatan baik setiap saat dalam keseharian Anda. teladanilah perbuatan baik Dewa atau Dewi yang Anda hormati tersebut.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Lantunan Paritta Suci

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante, Bhante, apakah manfaat bagi yang mendengarkan Paritta suci melalui MP3 dan kita ucapkan sama saja ? Karena saya lebih sering memutarkan MP3 dibandingkan saya yang ucapkan, salah satu alasannya karena takut salah melafalkan. Terima kasih Bhante. Semoga semua Mahluk Sejahtera dan Berbahagia selalu. Sadhu Sadhu Sadhu.

Sukarno, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Sukarno di Jakarta,


Mendengarkan dan melantunkan ulang Paritta adalah hal yang sangat baik. Namun tentunya dengan melantunkan akan lebih meningkatkan konsentrasi dan pemahaman artinya. Tidak perlu takut salah ucap, karena dasarnya perbuatan baik pun perlu dilatih dan dibiasakan.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Memelihara Binatang

Pertanyaan:

mohon maaf kalau saya tidak sopan karena ini pertama kalinya berkonsultasi Bhanter,aku memelihara 4 ikan cupang dan aku rawat dengan baik apakah itu karma buruk dan kalau itu karma buruk bagaimana cara mengikis atau mengurangi karma buruk tersebut terima kasih

Hans, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Hans di Jakarta,


Memelihara hewan dengan penuh cinta kasih adalah baik adanya. Diperlukan sikap konsisten dalam memberi makan dan membersihkan akuarium atau tempat ikan. Dan sebaiknya tempat yang digunakan tidaklah terlalu kecil atau sempit. Karena gerak ikan akan mempengaruhi perkembangannya.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta. 

Kehidupan

Pertanyaan:

Namo Buddhaya. Bante, 1. Apakah dalam agama Buddha hidup hanya berpatokan pada karma saja? Adakah cara untuk menghilangkan karma buruk yang sedang dterima seseorang? 2. Jika seseorang yang pernah berbuat jahat kepada saya sedang tertimpa kesusahan tetapi saya tidak membalasnya dan saya juga tidak peduli dengan dirinya dalam artian netral. Apakah saya akan menerima karma buruk? Jika iya, mengapa saya harus menerima karma buruk dari apa yang telah mereka perbuat, bukankah itu hasil dari perbuatan mereka? Terimakasih bante. Sabbe satta bhavantu sukkhitata.

Deey, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Deey di Jakarta,


1. Agama Buddha mengajarkan kebijaksanaan. Termasuk pandangan kepada Kamma. Apabila ada kamma buruk yang terjadi, bukanlah disesali. Namun sebagai pengingat bahwa diperlukan kebaikan yang lebih banyak.

2. Netral adalah perbuatan yang baik. Anda bisa membacakan paritta dan mendoakan orang tersebut untuk sadar akan perbuatan buruknya. Tanpa membalas dengan keburukan juga.
Kamma buruk adalah resiko yang musti diterima atas perbuatan di masa lalu.

Demikian dan semoga dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Tentang Diri Saya

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante. Saya adalah umat baru dalam agama Buddha, sebelumnya saya beragama Kristen. Ketika saya pindah agama ada tentangan dari orang tua saya dan berkali-kali menimbulkan cek cok karena orang tua saya kekeh tidak setuju dengan keputusan saya. Bagaimana seharusnya sikap saya menghadapi situasi seperti ini? Karena pertengkaran saya dengan orang tua tak kunjung berhenti

Chegi, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Chegi di Jakarta,


Pada dasarnya keyakinan adalah hak masing-masing manusia. Demikianlah juga yang tercantum di dalam undang-undang negara.

Namun, dalam mengatasi perbedaan prinsip dengan keluarga khususnya orangtua diperlukan kebijaksanaan lebih. Hormatilah pendapat dan prinsip orangtua. Namun, Anda bisa menunjukkan Dhamma melalui perbuatan baik dalam keseharian. Agama adalah jalan hidup, tidak disarankan untuk memperdebatkan ajaran agama satu sama lainnya.

Demikian dan semoga dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Bhikkhuni

Pertanyaan:

Namo Buddhaya, Saya mau tanya, Apakah status upasampada Bhikkhuni di zaman sekarang legal dan sah? Jika ditarik kebelakang memang tongkat estafet Bhikkhuni sudah putus, lalu apakah upasampada Bhikkhuni di zaman sekarang terlalu dipaksakan dan melanggar Vinaya? Apakah perbedaan dari Sayalay, Atthasilani, Mae Chee dengan Bhikkhuni. Di satu sisi para Bhikkhuni di zaman sekarang menjalankan kehidupan suci dengan baik dan benar. Lalu sikap apakah yg harus ditempuh umat terhadap Bhikkhuni di zaman sekarang? Terima kasih. Regards, Sudiarto

Sudiarto, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Sudiarto di Jakarta,


Jika merujuk kepada sejarah masa lalu Sangha Bhikkhuni memang sudah tidak ada lagi. Namun adanya Sangha Bhikkhuni di masa sekarang dapat dimaknai bahwa adanya komunitas yang ingin berbuat baik dan ingin mencapai pencerahan hidup. Ini adalah hak setiap makhluk.

Sementara Sayalay, Atthasilani dan Mae Chee adalah umat wanita yang bertekad melaksanakan kehidupan suci dengan menjalankan setidaknya 8 sila. Sayalay lebih dikenal di Myanmar, Mae Chee lebih dikenal di Thailand sedangkan Atthasilani di Indonesia. 

Setiap orang yang berusaha menjalani kehidupan suci sebaiknya didukung dan dihormati. Ibaratnya mereka adalah guru yang perlu diteladani.

Demikian dan semoga dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Kepercayaan

Pertanyaan:

Bagaimana cara agar meyakinkan orang lain agar tidak pindah keyakinan dari agama Buddha ? Alasan dia mau pindah karena agama tetangga lebih mengagungkan Tuhan, lebih mengenal adanya Tuhan. Alasan saya bertanya seperti itu karena 'orang lain' yang saya maksud memiliki hubungan dengan saya, jadi saya tidak mau jika dia pindah kepercayaannya & saya tau kalau agama Buddha itu tidak terikat/bebas memeluk agama apapun. Saya yang masih awam tidak terlalu bisa untuk meyakinkan/menjelaskannya, jadi saya butuh bantuan 🙏🏻 TerimaKasih.

Rony Wijaya, Tangerang

Jawaban:

Kepada Yth. Rony Wijaya di Tangerang,


Keyakinan adalah hak pribadi setiap orang. Untuk menyakinkan seseorang supaya tidak pindah keyakinannya adalah dengan menginspirasi mereka dari perilaku keseharian kita. Apabila kita senang berbuat kebaikan pada siapa saja tentunya akan menginspirasi orang lain.
Inilah cara paling efektif yang dapat dilakukan.

Demikian dan semoga dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.
 

Perbedaan Seorang Arahat Dgn Seorang Bodhisatta,?....tingkatannya Mana Yg Lebih Tinggi?....

Pertanyaan:

Apa berbeda an mahluk Bodhisatta dgn mahluk Arahat?....tingkatannya lebih tinggi siapa.??....

Sok Tjun , Serang Banten

Jawaban:

Kepada Yth. Sok Tjun di Serang Banten,


Bodhisatta ialah orang yang bertekad untuk mencapai tingkat Buddha atau siapa saja yang didorong oleh iba dan berusaha pencerahan tidak hanya untuk dia pribadi tetapi juga untuk semua orang, seseorang yang bertekad mencapai penerangan sempurna (BODHI).

Sedangkan Arahat ialah orang yang telah mencapai kesucian batin tertinggi mengikuti ajaran Buddha. 

Demikian dan semoga dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Jodoh

Pertanyaan:

Namo buddhaya, saya ingin menanyakan perihal jodoh antara laki2 dan perempuan yang menikah lalu bercerai atau berpisah karena salah satu pasangan meninggal dunia, apakah mereka bukan jodohnya masing2 sehingga berpisah atau jodoh memiliki masa (expired). Terima kasih.

Nicole, Jakarta Utara

Jawaban:

Kepada Yth. Nicole di Jakarta Utara,


Setiap makhluk pada dasarnya memiliki kamma jalinan jodoh dengan makhluk lain. Namun memang benar ada "masanya", karena segalanya bersifat Anicca atau tak kekal.

Namun, untuk memaknai hal ini diperlukan kebijaksanaan khususnya memaknai jadilan jodoh antara suami dan istri, orangtua dan anak. Hal ini dimaksudkan bahwa apabila ada sebuah masalah dapat dihadapi dengan bijak. Bukan karena konsep Anicca bahwa berpisah adalah yang terbaik.

Demikian dan semoga dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.




hacklink nedir hacklin seo ve hacklinkin faydaları hacklink hacklink satış hacklink panel hacklink al hacklink seo evden eve nakliyat bmw yedek parça mercedes yedek parça seo nedir seo analiz googlede üst sıraya çıkmak gibi kesin sonuçlarla seo çalışmasında kaliteli hizmet veren hacklink adresi www.profseo.co dur.evden eve nakliyat böcek ilaçlama paykasa paykasa bozdurma aradığınız bütün kelimeler sadece burda. instagram takipçi hilesi bypass shell wso shell hacklink satış hacklink panel wso shell hacklink hacklink hacklink al hacklink seo nedir Google film izle porno porno izle porno seyret seks hikayeleri