x

Pindah Agama

Pertanyaan:

Selamat pagi bhante, saya ingin bertanya bhante, saat ini saya buddhis dan sudah di wisudi tetapi dikarenakan saya ingin menikah jadi saya disuruh melakukan pembaptisan untk masuk ke kristen untuk pembuatan surat pernikahannya. Yang menjadi pertanyaan setelah merid kalau saya mau masuk kembali ke buddha itu caranya gimana ya bhante?

Erwin, Medan

Jawaban:

Kepada Yth. Erwin di Medan,


Menjadi seorang Buddhis pada dasarnya adalah melakukan hal-hal yang baik, seperti halnya Pancasila Buddhis. Buddhisme adalah ajaran kemoralan dan seni hidup dalam kesadaran.

Dalam kondisi yang Anda alami, jika memang demikian yang diharapkan pula, Anda bisa mengucapkan Tisarara Gatha. Apabila diinginkan, maka Anda bisa mengucapkannya dibantu/dibimbing oleh Bhikkhu Sangha.

Namun, sebelumnya perlu dipikirkan kembali konsekuensi, terutama ijin dari istri Anda. Karena kini Anda hidup bersama. Bukan Aku tapi KAMI.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Penyesalan Karma Buruk

Pertanyaan:

Bhante, saya ingin bertanya waktu saya kecil saya suka bermain dengan ikan pliharaan saya, kemudian ikan tersebut menjadi buta sebelah karena saya meletakkannya di es, saya terkejut dan tidak menyangka ia akan menjadi buta kemudian saya melepaskan ikan tersebut. Saat ini saya menyesal bhante melakukan hal tersebut, saya menyadari itu adalah karma buruk bhante, apakah ada yang bisa saya lakukan untuk mengurangi karma buruk tersebut bhante? Terimakasih

Lucia, Bekasi

Jawaban:

Kepada Yth. Lucia di Bekasi,


Saudari Lucia, setiap orang pernah melakukan kesalahan baik segaja maupun tidak.
Adapun kesalahan yang pernah dilakukan sebaiknya tidak diulangi lagi.

Apa yang Anda lakukan mungkin karena ketidaktahuan Anda. Sekiranya hal ini tidak dilakukan kembali. Apa yang telah terjadi biarlah menjadi pengalaman yang baik. 
Saat ini perbanyaklah melakukan kebaikan walaupun kecil dan sederhana.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Pattidana

Pertanyaan:

Bhante, ayah saya sudah meninggal 7 tahun yang lalu. Minggu kemarin mantan suster saya sempat menghubungi saya dan bercerita bahwa kemarin dia mimpi ayah saya. Ayah saya meminta minum karena saya dan ade saya tidak memberikan dia minum. Saya mencari tau mengenai pattidana. Saya ingin menanyakan bagaimana cara melakukan pattidana di vihara jakarta dhammacakka jaya? Dan bisa di lakukan pada hari dan pukul berapa? Terima kasih

Mintaria Cindy, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Mintaria Cindy di Jakarta,


Untuk melakukan pattidana atau pelimpahan jasa sebenarnya juga bisa dilakukan sendiri di rumah.
Setiap kali Anda ataupun keluarga telah melakukan perbuatan baik, maka limpahkanlah jasa kebaikan ini kepada mendiang Ayah.

Jika Anda ingin melakukan di Vihara, bisa bersamaan dengan berdana makanan pagi ataupun siang hari. Para Bhikkhu akan mengajak umat untuk melakukan pattidana. 
Para Bhikkhu makan pagi pukul 7 dan siang pukul 11. Anda bisa mengikuti kegiatan ini.

Demikian dan semoga semua makhluk berbahagia.
Semoga mendiang Ayah Anda berbahagia.
Semoga Anda sekeluarga berbahagia.

Salam Metta.

Bagaimana Mengobati Orang Yang Kena Santet Melalui Makanan Tapi Sudah Lama (25 Tahun)

Pertanyaan:

Bhante: Bagaimana ya mengobati orang yang kena santet melalui makanan yang sudah lama ( 25 Tahun) tetapi sudah diobati tapi kok tidak sembuh2.Dan sudah mencari paranormal

Ariestia, Medan-Sumatera Utara

Jawaban:

Kepada Yth. Ariestia di Medan


Saudara, sebelumnya apakah Anda memang yakin 100% kondisi tersebut memang karena santet?
Karena kekuatan apapun, khususnya hal yang tidak baik tidak akan kekal selamanya.

Namun Anda bisa mencoba membantu membacakan Karaniya Metta Sutta, untuk semua makhluk (untuk yang terindikasi korban ataupun pelaku/penyantet). Apabila "korban" masih memungkinkan, ajaklah membaca parita tersebut.
Kemudian lakukanlah pelimpahan jasa dan lengkapilah dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik, khususnya apabila bisa dilakukan oleh "korban" itu sendiri.

Dengan demikian kiranya pengaruh negatif tersebut lambat laun akan terkisis oleh perbuatan-perbuatan baik.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

Prosedur Menjadi Ramani

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante, Saya ingin mengajukan diri menjadi Ramani, apakah ada kelas untuk menjadi Ramani, dan Dhammacaka punya jadwal kelas, kapan diadakannya? Syaratnya apa saja?. Terima kasih

Lisah , Cibubur, Bogor

Jawaban:

Kepada Yth. Lisah di Cibubur, Bogor


Anda bisa mengikuti Kursus Pandita yang diadakan oleh Magabudhi.
Untuk mengetahui kegiatan dan menghubungi pengurusnya, silahkan melihat web resmi Magabudhi di www.magabudhi.or.id atau laman Facebook di https://www.facebook.com/magabudhi.penguruspusat

Demikian dan semoga bermanfaat.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.


Surga

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Saya Kevin dari Jakarta saya ingin bertanya jika ada "Makhluk" yang menempati sebuah pohon. Apabila kita menebang pohon tersebut, apakah kita berbuat karma buruk? dan apakah makhluk tersebut akan marah? Terima Kasih.

Kevin, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Kevin di Jakarta


Sebelum melakukan tebang pohon ada baiknya melakukan pelimpahan jasa yang diawali dengan pembacaan Karaniya Metta Sutta.

Demikian dan semoga dapat dipahami.

Salam Metta.

Kamma

Pertanyaan:

Apakah jika kita membeli telur di pasar, menyuruh orang membeli telur di pasar, menyuruh orang lain memasaknya, atau memasaknya sendiri, kita sudah terlibat dengan kasus pembunuhan pada pancasila buddhis sila pertama? Apakah hal tersebut akan membuahkan kamma? (Karena perbuatam tersebut disertai adanya cetana)

Kevin, Medan

Jawaban:

Kepada Yth. Kevin di Medan,


Saudara, hal ini sama halnya ketika membeli daging yang tersedia di pasar. Di dalam dhamma, hal semacam ini tidaklah melanggar, karena sesungguhnya hal ini tidak sengaja dikondisikan untuk melakukan pembunuhan ayam atau hewan lainnya. Demikian halnya dengan telur.

Namun, jika makan telur terus menjadi kebimbangan, maka Anda bisa mengurangi sedikit demi sedikit. Hingga mungkin bisa menjadi seorang vegetarian atau vegan.
Dengan demikian apa yang dilakukan tidak menimbulkan kerisauan.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Bermeditasi

Pertanyaan:

cara bermeditasi untuk menetralisir energi negatif dari orang2 yg beraliran dukun.. apakah ada syarat2 tertentu yg hrs di persiapkan? untuk menguatkan energi di lingkup tempat usaha supaya terhindar dari energi negatif atau dari energi makhluk2 non kasat mata apakah di butuhkan persyaratan juga?

Ronny, Surabaya

Jawaban:

Kepada Yth. Ronny di Surabaya,


Saudara, bisa mencoba membaca Karaniyametta Sutta sebelum bermeditasi. Kemudian bermeditasilah seperti biasanya, lalu 5 menit terakhir sempatkanlah bermeditasi cinta kasih, memancarkan cinta kasih untuk diri sendiri hingga lingkungan sekitar, termasuk semua makhluk.

Demikian dan selamat mencoba.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Perasaan Cemas Dan Ragu

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante, Saya tdk tahu sejak kpn mulai begini, tapi saya selalu merasa cemas dengan apa yg saya kerjakan, seperti misalkan d kantor saya melakukan inputan nnti nya ketika pulang saya akan kembali berpikir tdi yg saya kerjakan benar tidak yah, pdhl saya sudah berkali2 memeriksanya, saya sudah berusaha untuk menenangkan pikiran dan berlatih utk rutin membaca paritta, namun blm mencoba meditasi, mungkin kiranya ada solusi lain utk saya... Terima kasih, Semoga semua Makhluk Berbahagia

Resty, Jambi

Jawaban:

Kepada Yth. Resty di Jambi,


Saudari, apa yang Anda alami jika dimaknai secara positif berarti Anda adalah pekerja yang baik dan bertanggung jawab. 

Dengan bermeditasi maka konsentrasi akan tercipta semakin baik dan tambah baik. Sehingga kecemasan akan berkurang. Cobalah bermeditasi.

Meditasi tidak harus duduk lama 1 jam, namun ketika Anda duduk di dalam bus misalnya, tatkala tidak ada yang dilakukan, cobalah mengamati nafas masuk dan keluar secara perlahan. Cobalah hal ini 1-3 menit untuk awal. Jika bisa, tingkatkanlah menjadi 5 menit hingga waktu kosong yang Anda miliki. Meditas sangatlah bermanfaat dalam hidup.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Mau Tanya...

Pertanyaan:

Saya mau tanya...apa boleh kita umat Budha berbisnis ikan hias Arwana?. solanya teman saya ajak saya join di sana?. Terima kasih.

Hendra, Serpong

Jawaban:

Kepada Yth. Hendra di Serpong,


Saudara, menurut Dhamma mata pencaharian  yang benar memiliki lima macam hal yang perlu dihindari, yaitu:

1.    Memperdagangkan barang-barang yang dipergunakan untuk membunuh makhluk-makhluk hidup, atau dengan kata lain senjata-senjata.
2.    Memperdagangkan manusia (perdagangan budak).
3.    Memperdagangkan binatang-binatang yang akan disembelih untuk makanan.
4.    Memperdagangkan minuman-minuman keras yang memabukkan.
5.    Memperdagangkan racun.
(Anguttara Nikaya III, 208)

Maka apa yang Anda lakukan adalah baik, tidaklah salah secara Dhamma. Namun, cobalah untuk memelihara ikan-ikan tersebut dengan baik. Misalnya memberikan tempat yang tidak sempit sehingga ruang geraknya terbatas. Hal ini tentunya memberikan perilaku yang kurang baik kepada makhluk lain.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.