x

Bangunan ini dibangun dengan mengikuti bentuk piramid, yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mengumpulkan energi, sehingga dapat mendukung meditator yang melakukan meditasi di bangunan tersebut.

Pada awalnya, dinding Dhammasala berbahan kayu. Dinding kayu tersebut kemudian diganti menjadi dinding kaca yang dapat dibuka tutup seperti kipas. Pada bagian dinding tembok tersebut, dipasang sebuah papan kayu berwarna putih yang bertuliskan “Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya” dengan tinta biru. Papan nama ini dimaksudkan agar terlihat dari jalan sehingga mereka yang ingin berkunjung ke vihāra dapat dengan mudah menemukannya.

Selain sebagai tempat pembabaran dan diskusi Dhamma, Dhammasala juga berfungsi sebagai tempat pembacaan paritta, meditasi, dan pelaksanaan puja bakti, serta sebagai tempat untuk melangsungkan upacara pernikahan atau upacara peringatan kematian.


Dibaca : 1892 kali