x

Untuk Berdoa

Pertanyaan:

Selamat pagi bhante Saya mau tanya nih Kalo untuk berdoa pagi dan malam Untuk jiwa saya agar bersih dari roh roh jahat dan ketenangan pikiran itu apa ya Mohon jawaban nya

Suwandi Wijaya, Jakarta Barat

Jawaban:

Kepada Yth. Suwandi Wijaya di Jakarta Barat,


Pikiran buruk atau mungkin yang Anda maksud "roh jahat" memang dapat dikikis sedikit demi sedikit. Di dalam Dhamma diajarkan dengan bermeditasi.

Meditasi adalah mengamati pikiran yang kadang kala bergejolak. 

Meditasi dapat dilakukan secara bertahap, yakni duduk dengan rileks sambil memejamkan mata. Kemudian pikiran terkonsentrasi (bisa dengan objek nafas masuk dan keluar). Hal ini dilakukan pagi dan sore/malam secara konsisten.

Cobalah bertahap, 1 menit kemudian 3 menit lalu 5 menit dan seterusnya. Sesuaikan dengan waktu Anda.

Dengan bermeditasi, maka batin akan lebih tenang, sehingga dalam menghadapi sesuatu apakah pekerjaan, sekolah ataupun hidup di dalam masyarakat akan dijalani dengan baik.

Demikian dan selamat mencoba.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Dhamma

Pertanyaan:

Orang yang mendengarkan Dhamma disebut apa?

Ronny Jubhari, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Ronny Jubhari di Jakarta,


Saudara apa yang disebut Dhamma sejatinya adalah ajaran yang baik. Ajaran yang yang menuntun seseorang untuk hidup semakin baik di dalam keluarga, masyarakat juga untuk dirinya sendiri.

Dhamma sifatnya universal, oleh karenanya seperti ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari oleh siapa saja. Sang Buddha mengajarkan Ehipasshiko yang berarti untuk meneliti, menimbang dan memikirkan terlebih dahulu apa yang diperoleh sebelum menyakininya.

Demikian dan semoga dapat dimengerti.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Istri Susah Di Atur Dan Kabur Bawa Anak ,,, Suami Hidup Sendiri Sot Masih Lajang

Pertanyaan:

Bagaimana cr mengatadi istri yg mementing keluarga nya dr pafa suami

Yen Ming Tiauw, Jkt

Jawaban:

Kepada Yth. Yen Ming Tiauw di Jkt,


Bapak kami memahami apa yang Anda alami. Apabila memungkinkan Anda dapat meminta bantuan dari pihak keluarga istri, misalnya orangtuanya. Ceritakanlah secara baik-baik.

Kadangkala istri (yang baru menikah), ia masih "melekat" dengan keluarganya. Karena sejak kecil ia dibesarkan dan dididik di lingkungan keluarganya, sehingga membuatnya nyaman. Ketika ia menikah dan hidup dengan suami, kadangkala ia merasakan rindu dengan zona nyaman-nya.
Hal ini cukup wajar, dan tidak apa-apa. Karena seiring waktu istri akan menyadarinya, bahwa ia saat ini juga memiliki keluarga baru (Suami dan Anak) yang juga perlu perhatiannya.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Cerai Gugar

Pertanyaan:

selamat sore, saya utia, saya seorang muslim, saat ini sedang menyelesaikan pendidikan magister saya di bidang hukum, saya ingin bertanya apakah di agama hindu seorang istri dapat melakukan gugat cerai kepada suami baik karena faktor kesalahan suami, ataupun istri, atau karena keterpaksaan kedua belah pihak, misalnya dipaksa bercerai oleh mertuanya. terimakasi

Utia, Jombang

Jawaban:

Kepada Yth. Utia di Jombang,


terima kasih atas emailnya. Untuk pertanyaan Anda kami belum bisa menjawabnya, karena keyakinan kami adalah Buddhisme atau agama Buddha yang mana berbeda dengan Hindu. 

Demikian dan semoga Anda sukses untuk Thesis-nya.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Bagaimana Mengembangkan Pola Pikir Positif Dalam Kehidupan?

Pertanyaan:

Namo Buddhaya, Maaf sebelumnya bhante, saya memiliki problem yaitu sulit untuk berpikir positif sehingga kadang2 saya merasa terganggu oleh emosi dan perasaan2 negatif lainnya Mohon bimbingannya, bagaimana cara mengembangkan pola pikir pikir yang positif dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk pemula? Mohon bimbingannya Terimakasih

Gede, Wisnu

Jawaban:

Kepada Yth. Gede Wisnu,


Adalah wajar apabila seseorang berpikir yang negatif, apakah itu ketakuatan, cemas, dan sebagainya. Namun pikiran-pikiran seperti ini juga bisa dikurangi.

Kadangkala, adanya pikiran negatif dikarenakan lingkungan yang kurang baik. Misalnya saja Anda berada di sekitar orang-orang yang suka menjelekkan orang lain. Lama-kelamaan pikiran kita akan terpengaruh. Untuk hal ini, bijaklah dalam bergaul.

Meditasi atau mengamati pikiran dapat dilakukan sembari merenungkan apa yang telah dilakukan dalam sehari ini. 

Anda pun bisa mencoba mengikuti kegiatan-kegiatan sosial seperti halnya Bakti Sosial ke Panti Asuhan ataupun lainnya. Kegiatan-kegiatan semacam ini dapa memunculkan energi / pikiran yang positif, sehingga akan menimbulkan kebahagiaan dalam diri.

Demikian dan selamat mencoba.
Semoga Anda berbahagia.

Salam Metta.

Orang Tua Yg Sudah Meninggal Lama Masih Bisa Kembali Kerumah

Pertanyaan:

Pernah bulan hantu. Ada teman ku yg berkunjung kerumahkubdi malam hari. Lalu dia bilang nampak almarhum papa dan mamaku duduk di meja makan nunggu di kasih makan. Tentu saya terkejut sekali. Karena papa dan mamaku uda lama sekali meninggal. Jd apakah mereka tak dilahirkan kembali ? Atau tetap jadi roh hantu? Terimak kasih .

Susanto Kwan, Batam

Jawaban:

Kepada Yth. Susanto di Batam,


Melihat apa yang terjadi dapat dimaknai bahwa setiap makhluk mendambakan kebahagiaan. Tak terkecuali bagi orang yang telah meninggal. Apakah "yang dilihat" itu benar atau tidak roh orangtua Anda, tidah perlu dikuatirkan selama Anda terus melakukan pelimpahan jasa kepada mendiang orangtua.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca tautan ini:
https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/yang-ariya-moggallana-2/

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Fang Sen

Pertanyaan:

Bhante kata orang tua saya hewan yang sudah di fang sen tidak boleh di ternak atau dibudidaya lagi dan fang sen ada hari hari tertentu tak boleh sembarang hari untuk fang sen

Andre Baressa, Blangpidie

Jawaban:

Kepada Yth. Andre Baressa di Blangpidie,


Memang benar, hewan yang telah dilepas (Fang Sen) tidak baik untuk di budidaya. Fang Sen pada dasarnya dapat dilakukan dengan beragam cara, tidak hanya seperti melepas hewan ke sungai, dan sebaginya. Beberapa orang menyakini dengan bervegetarian juga termasuk Fang Sen. Dan hal ini bisa dilakukan 1 bulan 2 kali ataupun setiap saat.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Penyakit Hati

Pertanyaan:

Saya memiliki seorang kawan yg masa lalunya sangat tidak baik. Sudah 13 tahun dia selalu minum 7 jenis obat psikotropika, salah satunya anti depresi. Dia masih terikat dengan masa lalunya. Saya ingin dia memiliki hati yg terbuka dan tenang.. bagaimanakah caranya.. Adakah mantra yg bisa menenangkan hatinya.. dan saya harus bagaimana? Saya sangat berharap dia bisa hidup dengan normal. Mohon bantuannya, terima kasih saya dari hati.

Sara, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Sara di Jakarta,


Yang pertama perlu dilakukan adalah "janganlah membenci orang yang tidak sesuai dengan harapan kita". Anda bisa mencoba menasehatinya langsung atau melalui pihak ketiga yang disegani oleh teman Anda tersebut.

Namun, segala sesuatu kembali kepada teman Anda tersebut. Jika ia tidak berubah kebiasaan buruknya tersebut, maka Anda bisa memancarkan cinta kasih ketika Anda meditasi atau membaca paritta.

Demikian dan semoga teman Anda segera pulih.
Semoga Anda pun berbahagia.

Salam Metta.

Dhamma

Pertanyaan:

nammo buddhaya bhante... saya seorang maha siswa di sekolah banyak sekali tugas dan PR. dan saya mudah sekali stress terhadap semua tugas tersebut. bagaimana cara meghindari stress dalam agama buddha

Susanto, Tanjung Pinang

Jawaban:

Kepada Yth. Susanto di Tanjung Pinang,


Cobalah melihat tugas atau PR tidak sekaligus. Misalnya apabila ada tugas mengerjakan 5 halaman, cobalah fokus mengerjakan 1 halaman dahulu. Dan Anda bisa berpikir, "wah..kurang 4... wah kurang 2 halaman, dst."

Apabila kondisi fisik lelah, istirahatlah dahulu. JIka badan sudah segar maka bisa melanjutkan lagi tugas yang tersisa.

Dengan demikian tugas atau PR tidak hanya menjadi beban yang berat, dan hasilnya justru akan lebih baik.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Keyakinan Yang Berbeda

Pertanyaan:

Salam bhantte. Saya alpine, Maaf menggagu waktu anda sebentar. Soalnya saya ada sedikit pertanyaan bhantte. Kalau ada wanita manula melakukan ibadah semacam ritual konghucu didepan ruko yang mayoritas di lingkungan yang kurang baik dengan orang orang yang fanatik dengan agamanya. Kalau saya boleh tanya apakah wanita ini mengundang kriminalitas tidak? Dan apakah hal ini sama diibaratkan seperti menggunakan gelang emas di pemukiman kumuh? Mohon jawaban dari bhantte, Trims.

Alpine Putra W, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Alpine Putra W di Jakarta,


Pada dasarnya kita sebagai anggota masyarakat haruslah saling menghargai sesama. Karena kita adalah bagian dari masyarakat.

Dalam kondisi wanita manula yang Anda ceritakan, ada baiknya wanita atau keluarganya menjelaskan kepada tetangga sebelah rumahnya dahulu. Dan perlu dijelaskan bahwa ritual yang dilakukan semata-mata hanyalah keyakinan pribadinya.

Namun, setiap orang termasuk tetangga juga perlu dihargai pendapatnya. Ada sebagian orang yang kurang cocok dengan bau dupa. Menyikapi hal ini, sebaiknya sembahyang dilakukan di dalam ruko saja.

Agama atau keyakinan tidak hanya untuk membuat diri sendiri berbahagia, namun untuk sesama.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.