x

Meraga Sukma

Pertanyaan:

Namo budhaya bante, sy Nicolas, jd kemarin malam saya meditasi nafas biasa, ga ada niat apa2. karena capek, saya berbaring di tempat tidur sambil melanjutkan meditasi nafas. lama2 saya udah kayak mau tidur, trus tiba tiba badan saya merinding, perut terasa di tekan, semua kesemutan, sampai kesemutan maksimal (kayak mau pingsan tapi tetap sadar), abis itu udah ga berasa kesemutan. dan langsung dada saya ke angkat dan badan saya ngambang. benar benar serasa ngambang kayak terbang. karena saya pernah baca2 tentang meraga sukma, langsung saya tahu bahwa saya sedang meraga sukma(mungkin) dan saya niatkan untuk terbang lebih tinggi, dan berhasil, saya terasa terangkat makin tinggi. tapi saya masih bingung apa yang sedang saya alami. beberapa kali saya niatkan untuk terbang lebih tinggi, setelah saya ga niatkan apa2, saya serasa perlahan turun dan kembali ke tubuh. kemudian saya merasa hangat di tangan, (tapi masih ada rasa mau ngambang2 tapi dikit), kemudian normal dan saya bisa menggerakan badan saya lagi.(semua kejadian diatas saya alami sadar dari awal sampe akhir) pertanyaannya, sebenarnya apa yang saya alami itu Bante, mohon penjelasannya, terima kasih.

Nicolas, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Nicolas di Jakarta,


Saudara ada banyak pengalaman unik ketika seseorang dalam kondisi tenang dan fokus bermeditasi. Ada yang melihat cahaya terang merah, kuning dan sebagainya. Hal ini seperti yang Anda alami. Hal ini dimaknai baik, karena Anda berkonsentrasi dengan baik.

Namun, jika kembali ke tujuan bermeditasi adalah ketenangan batin, maka dianjurkan tatkala mengalami hal-hal tersebut maka sadarilah untuk kembali ke objek meditasi, misalnya nafas masuk dan keluar.

Ada beberapa pemeditasi yang memaknai hal-hal tersebut dengan harapan "kesaktian atau hal gaib". Namun, meditasi yang Sang Buddha ajarkan bertujuan untuk batin yang tenang sehingga menimbulkan kebijaksanaan.

Demikian semoga dapat dipahami. Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Wasiat Dan Harta Warisan

Pertanyaan:

Apakah ada pembahasan pembagian harta warisan dalam budha?

Luki Permana, Bogor

Jawaban:

Kepada Yth. Luki Permana di Bogor,


Saudara, jika warisan yang Anda maksud berupa materi, maka seorang buddhis bisa mengikuti hukum atau undang-undang yang berlaku. Namun jika yang dimaksud secara global, Sang Buddha mengajarkan kebijaksanaan hidup.

Sesuai dengan Sigalovada Sutta maka orang tua mempunyai kewajiban "memberikan warisan" terhadap anaknya sebagai berikut :
Mencegah anak berbuat jahat
Menganjurkan anak berbuat baik
Memberikan pendidikan profesional kepada anak
Mencarikan pasangan yang sesuai untuk anak
Menyerahkan harta warisan kepada anak pada saat yang tepat
(Digha Nikaya III, 189) 

Memberikan pendidikan profesional kepada anak.
Pendidikan yang baik sebenarnya adalah warisan yang paling berharga yang dapat diberikan orang tua kepada anak. Melatih dan mengajarkan anak memiliki kepandaian dan ketrampilan agar mempunyai profesi yang dapat diandalkan, sebagai modal untuk mandiri adalah sangat penting, karena suatu saat ia harus mencari nafkah sendiri.

Demikian dan semoga dapat dipahami. Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Jadwal Visudhi

Pertanyaan:

Saya mau bertanya tentang jadwal Visudhi di Dhammacakka, persyaratan dan baju apa yang harus dikenakan waktu Visudhi? Terima kasih, Hanafi

Hanafi, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Hanafi di Jakarta,


untuk mengetahui Jadwal Visudhi, Anda bisa menghubungi Sekretariat Vihara di (021) 6471.6739. 

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Karma & Reinkarnasi

Pertanyaan:

Sedari kecil saya dibesarkan sebagai kristiani, sekolah di lingkungan katolik, mempelajari Islam, Hindu dan Budha. Saya merasa terlahir di jaman yang salah. Saya selalu merasa bereinkarnasi di jaman ini untuk menyelesaikan urusan saya di masa lalu yang belum selesai. Saya merasa harus pulang tapi tidak tau harus kemana, sedang lingkungan dan keluarga tidak percaya pada apa yang saya rasakan. Bagaimana cara menyelesaikan konflik bathin saya? Apakah benar jiwa saya bereinkarnasi? Saya sudah mencoba fangshen juga..

Putri Vindyani, Yogyakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Putri Vindyani di Yogyakarta,


Saudara apa yang Anda alami adalah hal yang netral, bukanlah kesalahan. Seseorang yang menyadari akan kehidupan dan mencoba untuk melakukan kebajikan seperti Fanshen yang telah Anda lakukan adalah hal yang sangat baik.

Apa yang Anda alami saat ini adalah proses mencari jati diri atau makna hidup. Cobalah menemukannya dengan bergabung di dalam komunitas yayasan sosial ataupun sejenisnya.
Maka Anda akan melihat hidup Anda begitu bermakna untuk orang lain.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Dharma

Pertanyaan:

Namo budhaya bante Sy sekian lama melatih diri Dari vegetarian..baca parita..setiap pagi dan sore.mulai memahami akan kelahiran dan kematian..sy di lahirkan oleh kondisi karma dan keadaan batinsebelum saya meninggal sebelumnya..setelah memahami pertemuan akan di lanjuti perpisahan siap atau tidak siap...sy ingin memutuskan menjadi samanera..yg memberatkan saya adalah sy harus meninggalkan anak dan istri tanpa ada siapapun yg akan membantu mereka baik dalam kondisi keuangan dan pendidikan anak Sy butuh saran dari bante Terima kasih banyak bante Namo budaya

Adit, Tanggerang

Jawaban:

Kepada Yth. Adit di Tanggerang,


Saudara dalam mengambil sebuah keputusan haruslah dilandasi dengan kebijaksanaan. Anda bisa mencoba terlebih dahulu mengikuti kegiatan Samanera sementara 2 minggu. Namun pastikanlah ada ijin dan kondisi baik dari keluarga (istri dan anak).

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Perihal Anak

Pertanyaan:

Bhante Anak perempuan sy berusia 16 th mengenai sifatnya begitu menakutkan.kalau sudah marah seperti orang kerasukan bahkan berani memarahi orang tua.apakah sifatnya itu sebagian dipengaruhi dgn hal yg berbau mistik.karena suami sy orang yg percaya akan hal tsb.dan dulu waktu anak saya kecil suami sy punya pegangan keris kecil dulu suka di olesi minyak untuk jampi2. Apkh roh roh tsb bisa berpengaruh ke jiwa anak saya selain pengaruh dari faktor keluarga? Terima ksih bhante untuk jawabannya

Foe Nurmi, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Foe Nurmi di Jakarta,


Ibu kami memahami apa yang dialami anak Anda saat ini. Secara psikologis anak yang beranjak Remaja jiwanya memang kadang tidak stabil. Sebagai orangtua, cobalah mendengarkan dan mengarahkan pertumbuhkembangan anak Anda secara bertahap, misalnya mengajak anak Anda melakukan hobi bersama dengan Anda. Seperti masak bersama, dsb.

Demikian dan semoga Anda dan keluarga berbahagia.

Salam Metta.

Atthasila

Pertanyaan:

Selamat malam, saya mau bertanya apakah kita tidak boleh melakukan kegiatan kita sprt kerja dikantor saat menjalankan atthasila di hari Uposatha atau seharian harus meninggalkan hal keduniawian sama sekali. Terima kasih sebelumnya saya ucapkan.

Linda, Batam

Jawaban:

Kepada Yth. Linda di Batam,


Pada dasarnya kegiatan Atthasila adalah latihan untuk mengontrol ego. Hal ini tidaklah masalah ketika dilakukan dalam hidup bermasyarakat. Sambil berlatih, Anda juga bisa langsung mempraktikkannya di lingkungan. 

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Pertanyaan

Pertanyaan:

Bagaimana kita bisa menghilangkan rasa jenuh..bosan..utk berpikir saja sdah tdk ada tujuan ...apa yg mw di cri dlm hdup ini..merasa sendiri..terpurukk..merasa di sekitar sdah tdk ada ygmenyayangi saya..dan merasa hidup yg tertekan..tdk bebas ..bnyk beban yg selama ini says pikul dan pendam ..mohon bisa d jwb utk semua ini ..terima kasih ..sadhu sadhu sadhu

Delia, Jambi

Jawaban:

Kepada Yth. Delia di Jambi,


Saudara apa yang Anda alami saat ini adalah wajar. Setiap insan manusia tak terkecuali Bhikkhu pun bisa merasakan hal yang sama, seperti bosan.

Untuk mengatasi rasa ini, cobalah melakukan hal-hal lain yang belum pernah dilakukan. Misalnya Anda bisa menjadi relawan Bakti Sosial. Dengan bergabung di komunitas yang baik, maka Anda akan merasakan aura yang positif dan semangat pula.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta. 

Mama Yg Sakit Cancer

Pertanyaan:

selamat malam mama lg sakit kanker paru paru.. sebagai anak untuk membantu kesembuhan mama..harus baca parita apa untuk memuja Budha Sakyamuni tetapi di rumah saya tidak ada altar

Ayen, Rantau Prapat

Jawaban:

Kepada Yth. Ayen di Rantau Prapat,


Kami turut bersimpati atas kesehatan Ibu Anda. Cobalah membaca Tisarana, Karaniya Metta Sutta dan Bojjhanga Sutta yang ada di dalam buku Paritta Suci.
Bacalah sambil memancarkan cinta kasih untuk kesembuhan Ibu.

Demikian dan semoga jasa kebajikan Anda membuahkan kesembuhan untuk Ibu Anda.

Salam Metta.

Cara Melepaskan Kemelekatan ( Selalu Ingin Yg Terbaik)

Pertanyaan:

Maaf sebelumnya kalau saya tidak bisa menbuat tulisan padat dan jelas, emosi pikiran dan kehidupan saya sedang dalam cobaan. Nasib buruk sedang menyinggahi saya ( saya didiagnosa leukemia ganas) sejak 20nov 2017. Setelah tau sakit saya baru sadar, kehidupan perlu keselarasan, keseimbangan . Apa yg perlu saya lakukan untuk meringankan beban/ karma buruk saya dimasa sekarang dan lalu. Saya mohon petunjuk nya Bhikkhu Sangha yang arif. Semoga semua makluk berbahagia

Yenny Zhuang, Pematang Siantar

Jawaban:

Kepada Yth. Yenny Zhuang di Pematang Siantar,


Saudari kami turut bersimpati atas kesehatan Anda. Namun yakinlah bahwa Anda akan membaik. 

Apa yang Anda pikirkan tentang Keselarasan Hidup adalah benar. Cobalah Anda menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan meditasi Vipassana. Silahkan buka tautan ini https://www.dhamma.org/id/schedules/schjava

Demikian dan semoga kesehatan Anda segera membaik.

Salam Metta.