x

Panggilan Nama

Pertanyaan:

Namo Buddhaya, Bhante. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih karena pertanyaan saya sudah dijawab kemarin ini. Saya ingin bertanya bagaimana cara membedakan bahwa ia adalah seorang Bhikkhu atau Samanera dari jubah atau lainnya? lalu apa panggilan untuk Samanera? apa kita boleh panggil Bhante seperti panggilan kepada Bhikkhu? Semoga Bhante dapat mengerti apa maksud dari pertanyaan saya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yg tidak berkenan. Terimakasih atas perhatiannya Bhante, Namo Buddhaya.

Mella Sentosa, Bandung

Jawaban:

Kepada Yth. Mella Sentosa di Bandung,


Benar untuk membedakan dari penampilan atau jubah, maka seseorang Samanera tidak menggunakan Saṅghāṭi (kain yang diselempangkan di pundak).
Untuk memanggil Samanera, tetap bisa dipanggil "Samanera".

Sebagai pengetahuan:
Samanera adalah calon bhikkhu. Sebelum seseorang ditahbiskan menjadi bhikkhu, maka ia ditahbiskan sebagai samanera terlebih dahulu dengan upacara pabbaja. Apabila telah berusia dua puluh tahun atau lebih dan memenuhi syarat barulah seorang samanera ditahbiskan menjadi seorang bhikkhu dengan upacara upasampada.

Seorang samanera harus mematuhi 10 sila dan 75 sila sekhiya, sedangkan seorang bhikkhu harus mamatuhi bhikkhu sila yang antara lain berisikan 227 sila Patimokkha.

Demikian dan semoga dapat dipahami.
Semoga berbahagia.

Salam Metta.

Pentahbisan

Pertanyaan:

Namo Buddhaya, saya ingin menanyakan jika saya sudah di trisarana di aliran Mahayana, apakah saya boleh mengikuti visudhi di aliran Theravada? Terimakasih atas perhatiannya.. Namo Buddhaya..

Mella Sentosa, Bandung

Jawaban:

Kepada Yth. Mella Sentosa di Bandung,


Visudhi adalah simbol ketika seseorang memiliki keyakina kepada Tiratana (Buddha, Dhamma dan Sangha). Dengan demikian apabila sudah melakukan visudhi dan merasa cukup, maka sekalipun tidak mengapa. Namun, apabila Anda ingin memperkokoh keyakinan dengan mengulang visudhi, juga hal baik.

Dengan memperbanyak perbuatan baik serta melaksanaan Sila, Samadhi sehingga Panna (kebijaksanaan) berkembang -- inilah yang juga penting dilakukan sebagai umat Buddha.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Parrita Untuk Fang Sheng

Pertanyaan:

Ada satu lagi pertanyaan saya, apakah harus melafalkan parrita pada saat fang sheng?kalau harus, parrita apa yang harus dibaca?terima kasih.Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Yenny, Palembang

Jawaban:

Kepada Yth. Yenny di Palembang


Anda dapat membaca Ettavata
http://parittabuddhist.com/paritta-suci-ettavata-pelimpahan-jasa/

sambil melakukan pelimpahan jasa kepada leluhur.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.
 

Kesembuhan Anak Dan Doa Untuk Almarhum Papa

Pertanyaan:

Bhante, saya mau bertanya parrita yang bisa dibaca untuk memohon kesembuhan anak saya yang autis,tidak bisa berbicara dan parrita apa untuk mendoakan orang tua yang sudah meninggal? Terima kasih.

Yenny, Palembang

Jawaban:

Kepada Yth. Yenny di Palembang,


Untuk kesembuhan dan kesehatan, bacalah Bojjhanga Paritta
http://parittabuddhist.com/bojjhanga-paritta/

Untuk mendiang orangtua, dapat membaca Ettavata (pelimpahan jasa).
http://parittabuddhist.com/paritta-suci-ettavata-pelimpahan-jasa/

Perbanyaklah melakukan perbuatan baik pula.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta. 

Jodoh Yang Sesuai

Pertanyaan:

Salam... Pada saat ini saya sedang dekat dengan seorang pria kebangsaan Perancis, bernama Jonathan Giafferi, lahir 9 September 1984, saya sendiri lahir tanggal 15 Mei 1984. Apakah kira2 hubungan saya dgn pria tersebut bisa berjalan dgn baik atau tidak? Terima kasih

Yulianti Anggraynoh, MANADO

Jawaban:

Kepada Yth. Yulianti Anggraynoh di Manado,


Kelanggenan hubungan dengan sesama termasuk pasangan memiliki beberapa faktor penentu.
Faktor-faktor tersebut yakni:
- Sama Keyakinan / visi dalam hidup
- Sama Kemoralan
- Memiliki sifat kedermawanan
- Dan memiliki kesamaan kebijaksanaan

Apabila 4 hal di atas didukung dengan komunikasi yang cocok dan "nyambung" maka niscaya hubungan dengan sesama akan langgeng.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Atthasila

Pertanyaan:

Namo tassa bhagavato sammāsambuddhassa 3× Namo buddhaya bhante,saya melaksanakan atthasila, tapi orang tua saya tidak izinkan, karena orang tua saya takut saya sakit, karena tidak makan malam. bagaimana harus saya lakukan?

Susanto, Tanjung Pinang

Jawaban:

Kepada Yth. Susanto di Tanjung Pinang,


Melakukan praktik Atthasila adalah hal yang baik, namun menghormati dan menyayangi orangtua jugalah hal baik pula. 
Dalam melakukan perbuatan baik pun, perlu adanya kebijaksanaan.
Dalam hal ini Anda dapat mencoba Atthasila secara bertahap, misalnya setengah hari. Dengan demikian orangtua juga bisa melihat kondisi Anda. Dengan demikian niscaya Anda akan mendapat ijin dari mereka.

Demikian dan semoga berbahagia.

Salam Metta.

Konsultasi

Pertanyaan:

Namo Budhaya, Saya telah membaca buku kumpulan YM bhante Sri Pannyavaro 'Melihat Kehidupan ke Dalam'.Salah satunya membahas ttg kita hrs belajar melepas sewaktu berdana. Bgm pada saat saya berdana disamping saya berusaha melepas ,masih terbersit dlm hati kecil saya agar saya bisa mendapatkan jodoh krn dari oangtua saya sptnya khawatir sampai saat ini saya msh blm mempunyai padangan. Shg dlm hati saya juga takut kalau sampai terjadi hidup sendirian. Shg setiap berdana,saya masih berharap agar urusan jodoh bisa dipermudah.Saya ingin bertanya apakah boleh dlm berdana kita melepaskan tanpa berharap misalkan utk uang dan jabatan namun utk jodoh saya berharap dpt? Krn utk mslh tsb spt saya sangat sulit melepas,pengaruh ke kualitas dana yg sdh kita berikan nanti bgm ? Terima kasih Semoga semua makhluk berbahagia

Tantan, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Tantan di Jakarta,


Perbuatan yang kita lakukan sebisa mungkin perlu dilandasi kebijaksanaan, tak terkecuali dalam berdana materi (uang). Jangan karena semata-mata berharap berbuat baik, namun nantinya malah berkekurangan dalam hidup sehari-hari. Sebaiknya sewajarnya dan sesuai kemampuan.
Dalam hal "berharap jodoh", tidaklah apa-apa. Ketika perbuatan baik telah dilakukan, maka harapan atau cita-cita yang baik boleh diharapkan.

"Melekat" dalam berdana yang sebaiknya dihindari adalah keinginan supaya yang menyumbang dikenal atau diketahui banyak orang. Atau setelah berdana ada ambisi yang tidak baik yang ingin dimiliki, dan sebagainya.

Semoga penjelasan ini dapat dipahami.
Semoga perbuatan-perbuatan baik yang telah Anda lakukan membuahkan kebahagiaan dan jodoh yang baik bagi Anda.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.

Masalah Rumah Tangga

Pertanyaan:

selamat siang namo buddhaya.. saya ingin meminta saran.. apa yang harus saya lakukan terhadap suami saya.. dan rumah tangga saya.. jika saya dan suami ingin datang langsung untuk ketemu romo di sana untuk berkonsultasi langsung apakah bisa ? karena kalo di ceritakan di sini di tulis terlalu panjang dan rumit.. terima kasih mohon petunjuknya

Yulianti, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Yulianti di Jakarta,


Di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, setiap Selasa pukul. 19.00 WIB ada Dhammaclass bersama Romo Cornelis Wowor, ada banyak umat yang berkonsultasi kepada beliau, termasuk hal rumah tangga.
Apabila Anda ingin privasi, setelah acara ini bisa bertanya dengan beliau.
Cobalah meminta bantuan pengurus acara ini.

Demikian, semoga berbahagia.

Salam Metta. 

Sila Ke 5 Pancasila Buddhis

Pertanyaan:

Saya mau tanya, apakah merokok termasuk melanggar sila ke 5 Pancasila Buddhis? Terima kasih

Juli, Jakarta

Jawaban:

Kepada Yth. Yuli di Jakarta,


Menurut sila ke-5 Pancasila Buddhis, merokok tidak termasuk pelanggaran. Namun, merokok tidaklah baik untuk kesehatan, terutama paru-paru.
Merawat kesehatan tubuh jasmani adalah kewajiban setiap manusia. Hal ini adalah baik.

Sedikit demi sedikit, sebaiknya kebiasaan merokok dapat dikurangi.

Demikian, semoga berbahagia.

Salam Metta.

Mengenai Almarhum Mama

Pertanyaan:

Namo Buddhaya Bhante, mama sy meninggal 6 bln yg lalu. Sy ingin menanyakan,mengapa sy tiap malam slalu mimpiin mama dari sejak mninggal ny mama. sy masi berat kehilangan mama. Dan sy tiap hari jg ada bacakan paritta ettavata. Mohon bantuanny bhante. Terima kasih.

Yuli, Medan

Jawaban:

Kepada Yth. Yuli di Medan,


Memang tidak mudah melupakan orang yang sangat dicintai, terutama orangtua. Apa yang Anda alami-mimpi, adalah hal yang wajar. Tidak mengapa. 
Apa yang telah Anda lakukan dengan membaca Ettavata sangatlah baik. Lengkapilah dengan memperbanyak perbuatan baik lainnya, seperti membantu orang lain atau bisa juga sesekali membantu di Panti Jompo kemudian limpahkanlah perbuatan-perbuatan baik ini kepada mendiang Mama.

Demikian, semoga selalu berbahagia.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam Metta.