x

MENJADI PRIBADI YANG BAIK

Asevana ca balanam, panditananca sevana,
puja ca pujaniyanam, etammangalamuttamam.
Tak bergaul dengan orang-orang dungu, bergaul dengan para bijaksanawan,
dan menghormat yang patut dihormat, itulah berkah utama.
(Mangala Sutta)


    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Dalam kehidupan ini banyak hal yang harus diketahui dan dipelajari, terlebih dalam menjalani kehidupan menjadi lebih baik dan lebih cemerlang, ini harus membutuhkan orang yang sekiranya bisa membantu atau mengarahkan menjadi lebih baik tanpa bantuan dan dorongan dari orang lain. Tentu ini mungkin terasa sulit, mengingat perjalanan hidup yang dijalankan masih panjang dan perjalanan yang dijalani ini butuh perjuangan dan bantuan dari orang terdekat agar bisa mengarahkan ke jalan yang tepat, mengingat banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Dengan adanya bantuan dari orang terdekat, maka akan terbantu dalam menyelesaikan gangguan dan masalah dalam hidup. Ketika ada bantuan dan dorongan dari orang terdekat, berarti orang tersebut memiliki kepedulian terhadap hidup kita, dan bukan cuma itu saja, tetapi orang tersebut juga bisa mengingatkan ketika cara kita dalam berucap ataupun bertindak. Oleh sebab itu, adalah penting adanya orang terdekat atau orang di sekeliling kita untuk dijadikan acuan yang bisa memberikan bantuan dan dorongan dalam hidup agar bisa menjadi lebih baik, karena memang kita tidak bisa terlepas dari bantuan orang lain jika ingin membuat hari-hari menjadi lebih baik.

Dalam Anguttara Nikaya IV. 249, Sang Buddha menjelaskan ada empat hal yang bisa membantu seorang manusia agar bisa menjadi lebih baik, yaitu:

  • Bergaul dengan orang-orang yang bijak atau baik merupakan langkah awal untuk dapat menjadi bijak pula. Dengan bergaul dengan mereka yang bijak, seseorang dapat mempelajari dan meniru sikap dan cara berpikir mereka. Pergaulan yang baik adalah awal untuk memunculkan pandangan yang benar. Tanpa bergaul dengan orang-orang bijak, maka semakin sulit kita menjadi orang benar ataupun orang baik. Oleh karena itu bergaullah dengan orang yang bijak agar bisa membawa manfaat yang baik dalam kehidupan kita sehari-hari.
  • Mendengarkan Dhamma sejati atau ajaran yang benar merupakan cara untuk menumbuhkan kebijaksanaan. Mendengarkan Dhamma memberikan banyak manfaat, antara lain: mendengar apa yang belum pernah didengar, mengklarifikasi apa yang sudah pernah didengar sebelumnya, menghilangkan keraguan, meluruskan pandangan, dan menjadikan pikiran menjadi tenang. Dalam hal ini, semakin banyak pengetahuan Dhamma yang seseorang ketahui, maka semakin bijak dalam menyikapi kenyataan dan mendapat wawasan baru, dan juga meluruskan pandangan salah yang mungkin dimilikinya. Dengan begitu, mendengarkan Dhamma yang benar merupakan cara untuk menumbuhkan kebijaksanaan. 
  • Pengamatan seksama atau pertimbangan yang bijak. Dalam kehidupan ini sangat menekankan pentingnya memiliki pengamatan yang seksama saat melakukan atau ingin memutuskan sesuatu. Pekerjaan hendak-nya dilakukan dengan kehati-hatian dan tidak terburu-buru agar tidak terjadi kesalahan yang fatal. Dengan membiasakan mengamati dengan seksama atau pertimbangan yang bijak, maka kebijaksanaan seseorang akan tumbuh dan berkembang. 
  • Praktik sesuai Dhamma dikatakan dapat menuntun pada tumbuhnya kebijaksanaan. Selain mempelajari Dhamma, seiring seseorang mempraktikkan apa yang sudah ia pelajari, maka kebijaksanaan seseorang akan menjadi semakin tumbuh dan berkembang. Meskipun belum sempurna dalam mempraktikkannya, kalau ia terus melatihnya maka ia akan menjadi terbiasa dengan praktik Dhamma. Dengan begitu, ia akan mendapatkan banyak manfaat dari mempelajari dan mempraktikkan Dhamma.

Inilah empat hal yang bisa membantu atau mendorong kehidupan orang menjadi lebih baik dan berguna. Jika menjalani dari keempat hal ini maka hari-hari kita akan menjadi cemerlang dan tidak akan ada niat untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang bisa merugikan diri sendiri ataupun merugikan orang lain.

Semoga semua makhluk berbahagia...

Dibaca : 262 kali