x

MERENUNG PENUH DAMAI TAHUN BARU TIBA

Natthi ragasamo aggi - natthi dosasamo kali
Natthi khandhasama dukkha - natthi santiparam sukhanti

Tiada api menyamai nafsu ragawi. Tiada pengrusak menyamai kebencian.
Tiada derita menyamai gugusan-gugusan. Tiada kebahagiaan mengungguli kedamaian.
(Dhammapada ayat 202)


    DOWNLOAD AUDIO

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa


Pada hari ini Minggu, 27 Desember 2020 sudah menjelang tibanya hari penutup tahun 2020, dan menyambut datangnya tahun baru 2021. Tentu kita semua perlu menyiapkan diri untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk sikap kita dalam menempuh proses pergantian tahun. Apakah kita sudah mempersiapkan diri? Bagaimana bentuk persiapan kita?

Perenungan Awal

Ada baiknya kita memikirkan langkah-langkah baik apa yang harus kita lakukan dalam menyambut tahun baru demi kemajuan kita di masa-masa yang akan datang. Salah satu bentuk sikap yang positif dan membawa pengaruh baik bagi hidup kita adalah melakukan suatu perenungan.

Misalnya perenungan yang dapat kita lakukan adalah terkait dengan keberadaan diri kita sendiri selama satu tahun ke belakang. Apakah saya sudah baik? Hal-hal baik apa saja yang selama ini pernah kita lakukan? Ataukah justru ada hal-hal buruk tertentu yang pernah kita lakukan selama satu tahun yang telah lewat?

Mari kita lakukan perenungan dengan cara-cara sebagai berikut:

Perenungan Mendalam

Jika dalam melakukan suatu perenungan, adakah hal-hal baik atau bahkan sangat baik muncul dalam pikiran kita? Seperti misalnya: apakah saya sudah berbuat baik kepada orang lain di sekitar saya? Ataukah mungkin juga muncul dalam pikiran kita, mengapa terkadang kita justru berpikir buruk terhadap orang lain? Jika ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu bermunculan dari dalam pikiran kita, berarti yang terjadi itu adalah suatu perenungan. Jika itu yang terjadi pikiran kita dan bahkan berbagai bentuk pertanyaan itu terjawab sendiri dari dalam pikiran kita sendiri, bukan dari luar. Itulah yang dinamakan perenungan. Jika dalam berbagai perenungan yang terjadi itu munculnya berbagai macam pertanyaan dan juga jawaban-jawabannya ikut bermunculan.

Contoh perenungan dengan intinya jika ada rasa benci atau tidak suka: misalnya dari dalam pikiran kita muncul berkali-kali sebuah pertanyaan yang sama, ‘Mengapa saya benci kepada orang itu?’ ‘Mengapa saya benci kepada orang itu?’ ‘Mengapa saya benci kepada orang itu?’. Setelah itu lewat, muncul pula dari dalam pikiran kita itu sendiri suatu jawaban yang tentu saja membuat diri kita menjadi bisa lega. Misalnya jawaban yang muncul adalah ‘Ya dia memang memiliki sifat demikian. Dia memiliki kebiasaan buruk demikian. Kita mau benci atau tidak, dia tetap begitu dan diri kita sendiri yang menderita di dalam pikiran kita sendiri yang sebetulnya disebabkan oleh cara berpikir kita sendiri yang bertentangan dengan orang itu sendiri yang nyatanya memang begitu. Jika kita bisa mengerti dan melihat dia sebagaimana adanya, sebagaimana nyatanya bahwa dia memang begitu, maka kita bisa ada kelegaan ter-sendiri, tidak ada beban, jadi ringan, enteng dan terasa damai sekali.

Itu artinya bahwa melakukan perenungan itu seperti bercermin melihat ke dalam diri sendiri secara baik dan benar, apa yang terjadi di dalam diri kita sendiri, menelaah kenyataan yang terjadi dalam diri kita sendiri, bukan melihat ke hal-hal lain yang di luar, bukan juga melihat apa yang terjadi pada diri orang lain, bukan menilai orang yang sedang kita amati dan kita benci itu.

Dengan demikian pikiran menjadi tenang dan damai serta Bahagia.

Semoga kita juga bisa menentukan sikap hidup yang sesuai dalam menghadapi situasi terkini dengan adanya virus corona yang masih belum berakhir sampai akhir tahun 2020.

Selamat berjuang semoga berbahagia!

Selamat Tahun Baru 2021.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Dibaca : 1154 kali