x

Kehidupan meditatif bagi Perumahtangga, mungkinkah?

Tidak sedikit umat Buddha berpendapat bahwa perumahtangga dapat mempraktikkan meditasi dengan baik. Pandangan ini muncul dengan alasan karena perumahtangga memiliki banyak kesibukan. Pandangan ini hendaknya diluruskan. Perumahtangga dapat bermeditasi, asalkan mengetahui apa sesungguhnya meditasi yang diajarkan oleh Sang Buddha. 

Sang Buddha menggunakan istilah cittabhavana untuk mengacu meditasi yang Beliau ajarkan. Cittabhavana adalah pengembangan batin. Dalam cittabhavana ini, kunci praktiknya adalah sejauh mana seseorang berusaha mengembangkan batinnya yang mana di sini ada dua hal yang musti diperhatikan. Yang pertama adalah upaya untuk melenyapkan kotoran batin yang muncul, sedangkan yang kedua adalah upaya untuk mengembangkan kualitas-kualitas batin yang bermanfaat. 

Kotoran batin yang harus dilenyapkan meliputi semua bentuk batin yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Bentuk-bentuk batin ini berakar dari tiga akar kejahatan yakni keserakahan, kebencian dan ketidaktahuan. Sementara itu, kualitas-kualiatas batin yang positif yang musti dikembangkan adalah yang berakar dari tanpa-keserakahan, tanpa kebencian dan tanpa ketidaktahuan. 

Disebabkan karena meditasi Buddhis adalah melakukan dua upaya di atas, semua orang termasuk perumahtangga dapat melakukan meditasi. Kuncinya adalah mengupayakan untuk menjaga batinnya agar tidak dikuasai oleh kotoran batin yang muncul, dan mengupayakan agar bentuk-bentuk batin yang baik muncul dan berkembang. Untuk itu, seseorang membutuhkan perhatian atau kewaspadaan di setiap aktifitas. Dalam hal ini, seorang perumahtangga sekalipun, asalkan hidup berperhatian dalam setiap aktifitas dan menjaga batinnya, sesungguhnya telah menjalankan kehidupan meditatif. 

Lebih lanjut, simak video berikut!


Sumber Youtube BUDDHA DHAMMA INDONESIA