x

Kathina Sederhana Karena Korona

Agama Buddha dikenal sebagai agama yang mengajarkan hidup sederhana. Namun perayaan Kathina masa kini seringkali tidak sederhana. Bisa jadi karena panitia tahu tentang tingginya semangat umat untuk mempersembahkan dana kepada Sangha. Bahkan bukan hanya wihara tanpa anggota Sangha berwassa yang menyelenggarakan Sanghadana masa Kathina, yang bukan wihara pun telah menjadikannya program rutin tahunan.

Jika dulu satu jubah Kathina dibuat bergotong royong oleh para anggota Sangha yang menerima persembahan kain putih bahan-jubah, belakangan setiap umat bisa berdana satu set jubah-jadi yang disediakan panitia. Jubah yang berlimpah lalu jadi masalah. Bisa jadi itu bukan lagi pemberian yang bermanfaat bagi penerimanya. Dan ketika solusinya jubah yang berlimpah tersebut didaur ulang, tentunya semakin menjadi masalah. Bisa jadi itu bukan lagi pemberian yang bermanfaat bagi sang pemberi.

Esensi perayaan Kathina adalah kepedulian kepada Sangha. Tradisi mempersembahkan dana kepada Sangha tentu akan terus berlanjut karenanya. Hanya saja di negara dengan jumlah anggota Sangha yang tidak banyak, dana berupa jubah perlu diganti menjadi dana yang lebih pasti akan dapat digunakan/dimanfaatkan oleh Sangha dan wihara. Di bawah pimpinan Sangha, jika dana tersedia, tentu banyak program, sarana, dan prasarana untuk penyebaran Dharma maupun kepedulian sosial yang dapat dijalankan.

Tahun ini pandemi korona tampaknya membuat perayaan Kathina jadi sangat sederhana.

Untuk menjaga jarak aman dan agar jangan banyak paket yang perlu disinfektan, panitia cukup mengajak umat berdana dengan cara transfer baik via bank maupun via dompet digital.

Pada Sanghadana masa Kathina tahun ini tidak ada lagi jubah melimpah, juga tidak ada lagi pendaur-ulangan jubah. Semoga Sanghadana masa Kathina tahun ini justeru memberikan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi penerima maupun pemberi.

Sumber: BuddhaZine.com

Dibaca : 324 kali