x

Menjadikan Imlek Lebih Bermakna Tahun Ini

Mitologi - cerita legenda tahun baru imlek
Pada jaman dahulu kala di negeri China, hiduplah sesosok makhluk bernama Nian (baca: nien). Bentuk tubuhnya seperti kerbau berkepala seperti singa, bertaring dan berkuku tajam. Ketika Nian bangun dari tidur musim dinginnya, dia merasa lapar. Karena rasa lapar itu maka Nian turun dari gunung dan memakan apa saja yang ditemuinya termasuk ternak dan manusia. Sehingga penduduk disekitar gunung tersebut merasa ketakutan. Di penghujung tahun, akhir musim dingin; mereka akan menaruh banyak makanan di depan rumahnya dan menutup pintu rapat-rapat, bersembunyi dari makhluk bernama Nian tersebut.
Suatu ketika mereka bertemu dengan orang bijaksana yang kemudian memberi tahu penduduk desa mengenai 3 hal yang ditakuti oleh Nian, yaitu: api, suara ribut, dan warna merah. Oleh karena itu ketika musim dingin berakhir, para penduduk desa menyalakan petasan, memukul genderang, dan berpakaian merah. Hasilnya Nian berlari ketakutan dan tidak pernah kembali lagi. Setelah kejadian itu, penduduk desa selalu melakukan hal yang sama pada setiap malam tahun baru. Tradisi tersebut terus berlanjut hingga saat ini dan menjadi ritual penting dalam merayakan tahun baru imlek.

Apa sih sesungguhnya perayaan imlek itu?
Perayaan imlek sesungguhnya menyambut tibanya musim semi; dimana musim semi merupakan masa yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat di negeri china yaitu masa untuk mulai bercocok tanam dan diputarnya roda ekonomi.

Apakah Tahun Baru Imlek merupakan Hari Raya Agama Buddha?? Bukan, tahun baru imlek bukan merupakan hari raya agama Buddha. Tahun baru Imlek merupakan tradisi masyarakat Tionghoa. Kebiasaan dalam masyarakat biasanya seiring sejalan dengan agama. Oleh karena itu masyarakat tionghoa merayakan imlek.

Silahkan saksikan video ini, semoga bermanfaat.

Dibaca : 441 kali