x

Berita Dhammacakka & Dhammadesana Mp3

Puja Bakti Umum Minggu pk. 9.09 - 11.00 wib

  • Minggu, 21 Februari 2021
    BERGEGASLAH BERBUAT KEBAJIKAN -
    Hidup ini sangat singkat, usia kita semakin bertambah dan kita pun semakin tua kekuatan menjadi lemah dan kita semakin dekat dengan kematian. Cobalah untuk merenungkan tentang hal ini sedikit. Mulailah untuk melihat ke dalam diri sendiri. Sampai pada hari ini, sudah tidak terhitung lamanya kita berada di alam sa?sara ini untuk mencari kebahagiaan, tetapi kenyataannya lebih banyak penderitaan yang kita dapatkan. Sekarang ini adalah kesempatan yang baik, di mana kita jadi manusia dan bertemu dengan Dhamma ajaran Sang Buddha. Kesempatan ini adalah hal yang sulit untuk diperoleh tapi walaupun sulit kita sudah mendapatkannya, oleh sebab itu berjuanglah sungguh-sungguh selama kesempatan masih ada. Setidaknya kita berusaha untuk tidak jatuh ke empat alam menyedihkan.

    Bhikkhu Cattaseno,          Baca, dengarkan Audionya atau tonton Video (Youtube)

  • Minggu, 14 Februari 2021
    SIAPAKAH PEWARIS DHAMMA SESUNGGUHNYA? -
    Hari Minggu tetap menjadi hari yang secara rutin dilakukan di vihara seperti biasanya meskipun sekarang yang datang dibatasi karena situasi virus corona masih belum reda.

    Pada kesempatan ini mari kita mengikuti pembahasan Dhamma tentang warisan dan pewaris.

    Bhikkhu Cittagutto,          Baca, dengarkan Audionya atau tonton Video (Youtube)

  • Minggu, 07 Februari 2021
    KESEDIHAN MUNCUL DARI ORANG YANG DISAYANGI -
    Kebahagiaan dan kegembiraan muncul dari orang yang disayangi. Begitulah yang dikatakan mara kepada Buddha. Orang yang memiliki putra bergembira dalam putranya. Tetapi Buddha tidak setuju dengan mara. Buddha menjelaskan bahwa seorang yang memiliki putra bersedih karena putranya Marasamyutta (SN 4.8). Pandangan Buddha berbanding terbalik dengan pandangan mara. Demikianlah kenyataannya, apa yang disayangi dan dicintai sebagai sumber kesedihan, ratap tangis dan keputusasaan. Hal ini juga dijelaskan Buddha di dalam Dhammapada, dari yang disayangi timbul kesedihan (piyato jayati soko), dari yang disayangi timbul ketakutan (piyato jayati bhayam) (Dhp. 212). Dari cinta timbul kesedihan (pamato jayati soko), dari cinta timbul ketakutan (pamato jayati bhayam) (Dhp. 213).

    Bhikkhu Dhiracitto,          Baca, dengarkan Audionya atau tonton Video (Youtube)

  • Minggu, 31 Januari 2021
    BERSAHABAT DENGAN KEMATIAN -
    Kematian (marana) secara konvensional ditandai dengan berhentinya detak jantung dan pernapasan, namun prosedur medis terkini telah merevisi definisi tersebut menjadi tiadanya aktivitas batang otak. Kematian diartikan sebagai detik saat kehidupan berakhir dan tidak dapat dipertahankan kembali. Dalam perspektif Buddhis (M 1.296), kematian terjadi saat tanda vital (ayu), panas (usma), dan kesadaran (vinnana) meninggalkan tubuh dan menjadi tak bernyawa (acetana).

    Bhikkhu Ratanadhiro,          Baca, dengarkan Audionya atau tonton Video (Youtube)

Arsip