Cancel Preloader

Kehilangan dan Perolehan

 Kehilangan dan Perolehan

Sukarāni asādhūni, attano ahitāni ca;

Yaṁ ve hitañca sādhuñca, taṁ ve paramadukkaraṁ.

Sungguh mudah untuk melakukan hal-hal yang buruk dan tak bermanfaat, tetapi sungguh sulit untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri. (Dhammapada Syair 163)

 

Kehidupan ini tidak lepas dari kehilangan dan mendapatkan, siapa yang belum pernah mengalami kehilangan dan mendapatkan?. Kita semua pernah mengalami kehilangan dan juga pasti pernah mendapatkan. Ketika kita mengalami kehilangan terkadang tidak mudah untuk kita terima dan cenderung membuat kita menderita sedangkan pada saat kita mendapatkan, apalagi mendapatkan sesuatu yang membahagiakan rasanya begitu mudah untuk kita terima.

Lalu mengapa kita datang ke vihara? Adalah bukan untuk mendapatkan kekayaan materi yang berlimpah. Kita datang ke vihara adalah untuk kehilangan atau melepaskan. Apa yang perlu kita hilangkan atau lepaskan? Keserakahan, kebencian, dan juga kegelapan batin sehingga kita mampu mendapatkan atau memperoleh kedamaian dan kebahagiaan serta kebebasan.

Dalam Saṅgīti Sutta ada lima jenis kehilangan yaitu kehilangan sanak saudara, kehilangan kekayaan, kehilangan kesehatan, kehilangan moralitas, dan kehilangan pandangan benar. Setelah kematian tidak ada makhluk yang terjatuh ke alam rendah, alam neraka karena kehilangan sanak saudara, kehilangan kekayaan, dan kehilangan kesehatan, tetapi makhluk-makhluk akan jatuh ke alam rendah, alam neraka karena kehilangan moralitas dan kehilangan pandangan benar.

Para bhikkhu, ada lima bahaya ini bagi seorang yang tidak bermoral karena kekurangannya dalam perilaku bermoral. Apakah lima ini? 1). Di sini, seorang yang tidak bermoral kehilangan banyak kekayaan karena kelengahan. 2). Suatu berita beredar tentang keburukan seorang yang tidak bermoral, 3). Kumpulan apapun yang didatangi oleh seorang yang tidak bermoral apakah khattiya, brahmana, perumah tangga, atau petapa, ia mendatanginya dengan takut dan malu, 4). Seorang yang tidak bermoral meninggal dunia dalam kebingungan, 5). Dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, seorang yang tidak bermoral terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan yang buruk, di alam rendah, alam neraka.

Sang Buddha menyampaikan dalam Aṅguttara Nikāya: para bhikkhu, pada seseorang yang memiliki pandangan salah, kehendak salah, ucapan salah, perbuatan salah, penghidupan salah, usaha salah, perhatian salah, konsentrasi salah, pengetahuan salah, dan kebebasan salah. Maka niat dalam pikirannya menjadi salah, sehingga ucapan dan perbuatan menjadi salah. Dan ketika semua ini dijalankan dengan salah maka kehidupan mengarah pada bahaya dan penderitaan.

Dalam Saṅgīti Sutta sang Buddha juga menyampaikan ada lima jenis perolehan yaitu memperoleh sanak saudara, memperoleh kekayaan, memperoleh kesehatan, memperoleh moralitas, dan memperoleh pandangan benar. Tidak ada makhluk-mkhluk yang naik atau terlahir di alam bahagia, alam surga karena telah memperoleh sanak saudara, memperoleh, kekayaan, dan memperoleh kesehatan; tetapi makhluk-makhluk akan terlahir kembali di alam bahagia, alam surga karena memperoleh moralitas dan memperoleh pandangan benar.

Para bhikkhu, ada lima manfaat ini bagi seorang yang bermoral karena kesempurnaannya dalam perilaku bermoral, apakah lima ini? 1). Seorang yang bermoral yang sempurna dalam perilaku bermoral mengumpulkan banyak kekayaan karena kewaspadaan, 2). Seorang yang bermoral yang sempurna dalam perilaku bermoral memperoleh reputasi baik, 3). Kumpulan apapun yang didatangi oleh seorang yang bermoral yang sempurna dalam perilaku bermoral apakah khattiya, brahmana, perumah tangga, atau petapa, ia mendatanginya dengan percaya diri dan tenang, 4) Seorang yang bermoral yang sempurna dalam perilaku bermoral meninggal dunia tanpa kebingungan, 5). Dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, seorang yang bermoral yang sempurna dalam perilaku bermoral terlahir kembali di alam tujuan yang baik, di alam surga.

Dalam Aṅguttara Nikāya Sang Buddha menyampaikan bahwa para bhikkhu, pada seorang yang memiliki pandangan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, konsentrasi benar, pengetahuan benar, kebebasan benar. Maka niat dalam pikiran akan menjadi baik, sehingga ucapan dan perbuatan menjadi baik. Dan ketika unsur unsur ini dijalankan dengan baik maka kehidupan akan menjadi damai, tenang dan bahagia.

Oleh karena itu, marilah dalam sisa kehidupan ini kita berupaya dengan usaha yang terbaik untuk melakukan kebajikan setiap hari apakah sedikit atau banyak. Meskipun melakukan kebajikan itu sulit namun bila kita terus berlatih maka kita akan menjadi terlatih. Karena apa yang sulit sesungguhnya itulah yang bermanfaat untuk diri kita sedangkan apa yang mudah sesungguhnya tidak bermanfaat dalam hidup kita. Tetap semangat melatih diri dalam kebajikan.

 

Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Oleh Bhikkhu Cattaseno

Minggu, 12 Mei 2024

 

 

Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post