Cancel Preloader

Pentingnya Memiliki Budi Pekerti Baik

 Pentingnya Memiliki Budi Pekerti Baik

“Kiṃsīlo kiṃsamācāro, kāni kammāni bruhayaṃ;

Naro sammā niviṭṭhassa, uttamatthanca pāpuṇe”

 

“Budi pekerti apa, perilaku apa saja, dengan mempraktikkan kamma apa; Seseorang kokoh dengan sempurna dan mencapai hasil yang tinggi”

 

Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, memiliki budi pekerti yang baik merupakan  satu hal sangat baik dan penting untuk dimiliki. Oleh sebab itu, hendaknya setiap orang mengupayakan diri untuk memiliki budi pekerti yang baik. Dengan memiliki perilaku dan sikap yang baik, setiap orang akan dapat menjalani kehidupan dengan baik dan sesuai dengan norma serta etika berlaku. Memiliki budi pekerti tidak hanya penting dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, tetapi juga merupakan sarana memiliki untuk meningkatkan kedewasaan spiritual seseorang. Mengingat dan melihat pentingnya memiliki budi pekerti yang baik, hendaknya kita mengetahui budi pekerti apa saja yang dibutuhkan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat serta menunjang kemajuan spiritual.

Dalam Kiṃsila Sutta kita bisa menemukan nasihat Buddha kepada seorang teman dari Y.A. Sariputta. Isi dari sutta ini juga berkaitan dengan budi pekerti yang kita butuhkan di dalam menjalani kehidupan, tidak hanya di kehidupan ini namun juga untuk kelahiran-kelahiran mendatang. Memiliki budi pekerti yang baik dan sesuai akan dapat membantu seseorang untuk berkembang dan mencapai kematangan spiritual. 

Isi Sutta, syair pertama adalah sebagai berikut: 

“Budi pekerti apa, perilaku apa saja, dengan mempraktikkan kamma apa; seseorang kukuh dengan sempurna dan mencapai hasil yang tertinggi” (Pertanyaan dari Y.A. Sariputta). 

“Seseorang yang menghormati orangtua, tanpa kedengkian dan mengerti waktu yang tepat untuk melihat guru-guru. Ketika khotbah Dhamma sedang berlangsung, mengetahui momen yang bagus tersebut, dia hendaknya mendengarkan dengan penuh rasa hormat kata-kata yang diucapkan dengan indah” (Jawaban yang pertama dari Sang Buddha).

“Bergembira di dalam Dhamma, senang dengan Dhamma, kukuh di dalam Dhamma, mengerti bagaimana cara menyelidiki Dhamma, seseorang tidak mengembara diperdebatan yang merusak Dhamma, melainkan hanya yang dituntun dengan kata-kata yang diucapkan dengan indah” (Jawaban ketiga dari Sang Buddha).

Kedewasaan dan kematangan spiritual akan diperoleh oleh ia yang belajar, serta mau mempraktikkan budi pekerti yang baik, salah satunya seperti yang terdapat dalam Kiṃsila Sutta. Oleh sebab itu mari kita bersama mengupayakan diri, untuk mempraktikkan budi pekerti yang baik ini, guna untuk mempermudah dalam menjalani kehidupan dan mencapai kematangan sepiritual.


Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia


Referensi:

(Kiṃsila Sutta), Khuddaka Nikāya, Sutta Pitaka.

Oleh Bhikkhu Varasaddho

Minggu, 19 Mei 2024


Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post