Dana Sang Bodhisatta
- Kelas Dhamma
- September 21, 2025
- 7 minutes read
Banyak perbedaan cara umat awam untuk berdana dengan motivasi pribadi masing-masing yang berbeda beda.
Ada yang berdana karena malu melihat teman nya berdana dia tidak.
Ada yang berdana karena yang menerima nya orang yang dia kagumi.
Ada yang berdana karena ingin memamerkan harta kekayaan nya.
Ada yang berdana karena ingin membantu mereka yang sedang membutuhkan.
Ada yang berdana karena melaksanakan apa yang diajarkan oleh Sang Buddha untuk berbuat kebajikan dan melepas.
Ada yang berdana karena terpancing oleh iming iming yang telah di janjikan.
Ada yang berdana karena dengan iklas tanpa embel-embel yang menyertainya.
Berbeda dengan motif berdana bagi seorang Bodhisatta, karena Bodhisatta berdana untuk target menjadi seorang Samma Sambuddha. Beliau harus menyempurnakan parami-nya dalam tiga tahap:
Berdana tingkat dasar: mengorbankan harta dan kedudukan.
Berdana tingkat menengah : mengorbankan Organ tubuh.
Berdana tingkat luhur: mengorbankan kehidupan.
Selama 100 ribu Kappa + 4 Asankheyya kp.
Didalam Vesantara Jataka No 547
Pangeran Vesantara berdana dengan tekad yang kuat
Seandainya seseorang memerlukan jantungku aku akan membelah dadaku mengambil dan memberikan padanya.
Seandainya seseorang memerlukan mataku aku akan mencungkil dan memberikan nya.
Seandainya seseorang memerlukan dagingku aku akan memotong apa yang ia perlukan.
Didalam Jatakamala,
Bodhisatta rela mengorbankan kehidupnya demi menyelamatkan seekor harimau betina dan 3 ekor anak nya yang hampir mati kelaparan untuk mencegah induk harimau memakan anaknya, Bodhisatta melemparkan tubuhnya kebawah tebing untuk makanan buat induk harimau dan anak anaknya.
Demikianlah Parami yang harus dikembangkan oleh seseorang Bodhisatta
Untuk merealisasi target menjadi seorang Samma Sambuddha.
Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia
Sadhu sadhu sadhu