Petavatthu

 Petavatthu

Petavatthu adalah bagian dari Tipitaka, sutta pitaka, khuddakanikaya. Petavatthu terdiri dari 4 bab yang berisi 51 kisah makhluk peta. Di antara 51 kisah akan diulas 4 kisah dari 4 bab tersebut:


Bab 1 Kisah ke 5 tentang  tirokuddapetavatthuvannana tentang pelimpahan jasa Raja Bimbisara pada leluhurnya dari 92 kalpa lampau. Para leluhur Raja Bimbisara mengalami penderitaan panjang sebagai peta karena keserakahan dalam menyalahgunakan dana catupaccaya.

 

Bab 2 Kisah ke ke 2 tentang sariputtatheramatupetivatthuvannana tentang ibu dari YA. Sariputta dari lima kehidupan lampau yang terlahir menjadi peti telanjang berpenampilan buruk dengan urat menonjol akibat tidak menepati janjinya untuk melayani dan berderma pada yang membutuhkan, berucap kasar menghina orang yang dilayani. Peti ini selalu kelaparan dan makan muntahan, darak, ludah, lendir, dan lainnya. Berkat bantuan Raja Bimbisara berdana tempat dan perlengkapan lainnya kepada YA. Sariputta dan beliau mendanakan kembali atas nama peti tersebut sehingga peti tersebut bebas dari penderitaannya.

 

Bab 3 Kisah ke 7 Migaluddapetavatthuvannana tentang seorang pemburu rusa yang kejam suka mencelakai manusia, makhluk lain dan memburu rusa setiap waktu. Pemburu beruntung memiliki teman baik yang mengingatkannya untuk mengurangi perbuatan buruknya. Sang pemburu akhirnya berburu di siang hari dan berlatih mengendalikan dirinya di malam hari. Akibat perbuatannya ia terlahir sebagai vemanika peta yang menderita di waktu siang dan bahagia di waktu malam.

 

Bab 4 kisah ke 8 dan 9 Guthakhadakapetavatthuvannana tentang pria kaya yang membangun tempat singgah bagi Bhikkhu, namun terhasut oleh bhikkhu iri yang bergantung hidup padanya mengondisikan ia marah dan menghina para bhikkhu. Akibat perbuatannya, ia terlahir sebagai peta di toilet dan makan kotoran penghuni vihara tersebut. Kemudian bhikkhu iri tersebut juga terlahir sebagai peta di toilet di bawah peta pria kaya dan memakan kotoran peta pria kaya.

 

Berdasarkan cuplikan kisah di atas diketahui terlahir sebagai peta karena akar keserakahan yang mengakibatkan penderitaan panjang sebagai makhluk peta.

Menurut petavatthu atthakatha ada 4 jenis peta:

  1. Paradattupajivika Peta : Peta yang memelihara hidupnya dengan memakan makanan yang disuguhkan orang dalam upacara sembahyang.

  2. Khupakipasika Peta : Peta yang selalu lapar dan haus.

  3. Nijjhamatanhika Peta : Peta yang selalu kepanasan.

  4. Kalakancika Peta : Peta yang sejenis Asura.

 

Selain itu ada 12 jenis peta menurut kitab Gambhilokapannati dan 21 jenis peta menurut Vinaya dan lakkhanasanyutta.

Dari sekian banyak jenis peta, hanya paradattupajivika peta yang dapat menerima pelimpahan jasa dari sanak keluarga dengan kondisi:

  1. Ada yang menunjukan jasa untuk mendiang.

  2. Mendiang mengetahui dan turut berbahagia.

  3. Kondisi yang tepat dan menunjang.

Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post