Petavatthu
- Mahasathi
- September 23, 2024
- 2 minutes read
Pada hari Minggu, 8 September 2024 Puja Bakti Mahasathi mengadakan Dhammadesana mengenai Petavatthu yang dibawakan oleh Sdr. Edward Wei.
Dhammadesana ini di awali dengan penjelasan mengenai makna dari kata “peta” itu sendiri, yaitu berasal dari kata “pa” yang artinya keseluruhan dan “ita” yang artinya telah pergi, yang secara khusus diuraikan dalam Khuddaka Nikāya. Berbeda dengan makhluk yang berada di alam neraka yang menderita karena tersiksa, peta atau setan hidup sengsara karena kelaparan, kehausan dan kekurangan.
Salah satu makhluk “Dugati” / empat alam menyedihkan (disebut juga “apaya-bhumi”) ini dikelompokkan ke dalam 37 jenis. Dalam Khuddaka Nikāya juga menyebutkan bahwa kita sebagai manusia juga berkesempatan untuk menolong makhluk peta dengan melakukan pattidana / pelimpahan jasa dengan adanya 3 syarat berhasilnya pattidana, yaitu (1) ada yang mentujukan kepada makhluk tersebut, (2) mahluk tersebut harus bergembira, dan (3) terpenuhi syarat yang layak diberikan dalam pelimpahan jasa.
Dhammadesana ini ditutup dengan tanya jawab yang antusias dari para umat dan bahwasanya para makhluk peta dapat lebih mengingat kehidupan lampaunya adalah karena memiliki bentuk-bentuk pikiran yang jauh lebih tinggi daripada makhluk yang lainnya.
Sampai jumpa pada kegiatan Puja Bakti Mahasathi yang diadakan setiap hari Minggu pukul 09.09-selesai di Gedung Serbaguna 1 lantai 1.