Rumah Beratap Lancip Tinjauan Arakkhita Sutta

 Rumah Beratap Lancip Tinjauan Arakkhita Sutta

Dalam kehidupan ini seseorang diharapkan bukan hanya sekedar berbuat baik, namun diharapkan juga bisa mengendalikan diri. Banyak kejahatan di masyarakat, mulai dari pembunuhan, pencurian, perbuatan asusila, ucapan yang tidak benar sampai mabuk-mabukan yang menimbulkan lemahnya kewaspadaan.


Dalam Arakkhita Sutta, Anguttara Nikaya 3.109, Buddha menyampaikan kepada perumah tangga Anathapindika. Sang Buddha berkata:

“Perumah tangga, ketika pikiran tidak terlindungi, maka perbuatan-perbuatan jasmani, ucapan, dan pikiran juga tidak terlindungi.”


“Pada seorang yang perbuatan-perbuatan jasmani, ucapan, dan pikirannya tidak terlindungi, maka tindakan-tindakan jasmani, ucapan, dan pikirannya menjadi ternoda. Pada seorang yang perbuatan-perbuatan jasmani, ucapan, dan pikirannya ternoda, maka tindakan-tindakan jasmani, ucapan, dan pikirannya menjadi busuk. Seorang yang perbuatan-perbuatan jasmani, ucapan, dan pikirannya busuk tidak akan memiliki kematian yang baik.”


“Misalkan sebuah rumah beratap lancip yang atap jeraminya dipasang dengan buruk: maka puncak atap, kasau-kasau, dan dinding-dinding menjadi tidak terlindungi; puncak atap, kasau-kasau, dan dinding-dinding menjadi ternoda; puncak atap, kasau-kasau, dan dinding-dinding menjadi busuk.”


Dari sutta ini, marilah kita Bersama-sama menjaga Pikiran, Ucapan dan Perbuatan Jasmani, agar diri sendiri tidak ternoda, dan pada akhirnya kematiannya penuh ketenangan, yang disebut mengalami kematian yang baik.


Semoga semua mahluk berbahagia.

Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post