Sarana

 Sarana

Kata sarana di sini bukan dalam arti bahasa Indonesia menurut KBBI, yaitu segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Dalam hal ini, arti sarana (bahasa Pāli) adalah perlindungan. Kata perlindungan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “tempat berlindung.”

Tiga Perlindungan (Tisaraṇa)

Formula dari Tiga Perlindungan adalah:

  1. Buddhaṃ saraṇaṃ gacchāmi

  2. Dhammaṃ saraṇaṃ gacchāmi

  3. Saṅghaṃ saraṇaṃ gacchāmi

Makna Sarana dalam Kitab Suci dan Komentar

Kitab suci mendefinisikan sarana sebagai:

  • Himsatīti saraṇaṃ, artinya Dhamma itu membunuh.

Disebut perlindungan karena Dhamma membunuh penderitaan dalam siklus kelahiran dan kematian, serta membunuh rasa takut.

Kitab komentar menjelaskan bahwa perlindungan juga membunuh kesengsaraan dan penderitaan jasmani bila terlahir di alam duggati (empat alam apāya). Maka, makna yang dapat dipahami adalah ajaran Buddha menuntun kita untuk tidak melanggar sila dan terus melakukan kebajikan. Karma buruk dapat menyebabkan kelahiran di empat alam apāya, tetapi dengan menahan diri dari karma buruk dan menjaga sila, kita akan terhindar dari alam rendah (duggati).

  • Bila pergi ke Dhamma sebagai perlindungan, kitab komentar menjelaskan bahwa hal ini bagaikan menyeberang ke pantai seberang, yaitu pencapaian Nibbāna.

  • Bila pergi ke Saṅgha sebagai perlindungan, kitab komentar menyebut Saṅgha sebagai ladang kebajikan yang tiada tara dan tiada bandingannya.

Definisi Kedua Sarana: Sarana Gamana (Kepergian ke Perlindungan)

Kapan seseorang dikatakan telah pergi kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha sebagai perlindungan?

→ Jawabannya: Ketika batin (citta) berhasil menghalau kilesa melalui keyakinan (saddhā) dan penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.

Dua Jenis Sarana

  1. Perlindungan Adiduniawi (Lokuttara)

  • Objeknya adalah Nibbāna.

  • Hanya terjadi ketika ber-vipassanā dan mencapai magga (jalan).

  1. Perlindungan Duniawi (Lokiya)

  • Objeknya adalah Buddhaguṇa, Dhammaguṇa, dan Saṅghaguṇa.

  • Guṇa berarti keutamaan, jadi objek perlindungan duniawi adalah keutamaan Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.

Empat Cara Melakukan Sarana Gamana

  1. Dengan berserah diri kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta bertekad mengatur kehidupan berdasarkan ajaran Buddha.

  2. Mengucapkan pernyataan di depan seorang bhikkhu:
    “Bhante, mohon diingat, mulai hari ini saya adalah upāsaka/upāsikā yang menjadikan Buddha, Dhamma, dan Saṅgha sebagai perlindungan.”

  3. Dengan pencapaian status sebagai murid Buddha, yaitu bertekad hanya ingin menjadi murid Sang Buddha.

  4. Dengan persujudan (namakāra), yaitu bersujud kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha sambil merenungkan keutamaannya.

Selesai

PMy. Dharma Hita


Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post