Dasa Puññakiriyavatthu
- Puja Bakti Umum
- April 6, 2025
- 11 minutes read
“Sabbapāpassa akaranaṃ, kusalassūpasampadā
Sacittapariodapanaṃ, etaṃ buddhāna sāsanaṃ, ti”
“Janganlah berbuat jahat, perbanyak perbuatan baik,
sucikan hati dan pikiran Inilah ajaran para Buddha”
(Dhammapada Buddhavagga Syair 183)
Kita sebagai umat Buddha selalu mengingatkan diri kita untuk berbuat kebaikan. Lalu apa yang dimaksud perbuatan baik menurut Sang Buddha? Sang Buddha menjelaskan ada 10 Cara melakukan perbuatan baik yang kemudian disebut dengan Dasa Puññakiriyavatthu.
Dasa Puññakiriyavatthu terdiri dari empat kata, yaitu dasa, puñña, kiriya dan vatthu. Dasa artinya sepuluh, puñña artinya jasa, baik, bajik, manfaat, berguna, kiriya artinya melakukan, vatthu artinya dasar, hal, cara. Dasa Puññakiriyavatthu artinya sepuluh cara untuk melakukan perbuatan bajik. Bagi umat Buddha sangat dianjurkan untuk melaksanakan salah satu atau keseluruhan dari Dasa Puññakiriyavatthu tersebut. Sepuluh cara untuk melakukan perbuatan baik terdiri dari :
Dāna
Dāna berarti beramal/memberi/membantu/menolong makhluk lain tanpa mengharapkan balasan dari mereka yang telah menerima dana kita. Dāna dapat diberikan dalam bentuk materi/barang dan non materi
Sīla
Sīla artinya hidup bersusila, perbuatan, etika, moral. Sīla terdiri dari:
Pañcasīla (lima latihan kemoralan) Pancasila dilaksanakan oleh umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Aṭṭhasīla (delapan latihan kemoralan). Aṭṭhasīla dilaksanakan oleh umat Buddha biasa yang berlatih menjalankan hidup sederhana. Biasanya atthasila dilaksanakan setiap tanggal 1, 8, 15, dan 23 setiap bulan pada penanggalan bulan.
Dasasīla (Majjhima Sīla) terdiri dari sepuluh latihan kemoralan. Sīla ini dilaksanakan oleh sāmaṇera atau sāmaṇeri (calon bhikkhu atau bhikkhuni) dalam kehidupan sehari-hari. Sāmaṇera hidup sebagai petapa (hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain).
Pātimokkhasīla adalah sīla yang dilaksanakan oleh para bhikkhu dan bhikkhuni dalam kehidupan sehari-hari. Bhikkhu melaksanakan sīla berjumlah 227 latihan, bhikkhuni melaksanakan sīla berjumlah 311 latihan.
Bhāvanā
Bhāvanā/meditasi/samadhi artinya mengembangkan pikiran yang baik tertuju pada satu objek. Bhavana terdiri dari 2 macam, yaitu:
Samatha bhāvanā: meditasi yang bertujuan untuk mencapai ketenangan batin. Obyek meditasi ini berjumlah 40 macam. Hasil dari meditasi ini adalah abhiññā (kekuatan batin).
Vipassanā bhāvanā: meditasi yang bertujuan untuk mencapai pandangan terang. Obyek meditasi ini berjumlah dua macam yaitu nama dan rūpa. Hasil meditasi ini adalah kesucian atau Nibbāna.
Apacāyana
Artinya berendah hati dan hormat (menghormati mereka yang lebih tua dan yang pantas diberi hormat). Dengan berendah hati dan hormat kelak akan terlahir dalam keluarga luhur. Sifat sombong adalah lawan dari sifat apacāyana. Merasa dirinya lebih hebat, lebih pintar, lebih tinggi statusnya dari orang lain adalah sifat sombong.
Veyyāvacca
Artinya berbakti serta bersemangat dalam melakukan hal-hal yang patut dilakukan. Berbakti mengakibatkan seseorang memperoleh penghargaan dari masyarakat.
Pattidāna
Artinya suka membagi kebahagiaan terhadap orang lain, tidak kikir dan tidak mementingkan diri sendiri. Pattidāna juga berarti melaksanakan perbuatan baik atas nama keluarga kita yang telah meninggal dengan harapan semoga mereka ikut berbahagia melihat kita berbuat kebaikan. Dalam melaksanakan hal ini berakibat terlahir dalam keadaan tidak kekurangan bahkan berlebihan dalam berbagai hal.
Pattanumodāna
Artinya bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain, tidak merasa iri hati. Pattanumodāna sama dengan mudita.
Dhammasavana
Artinya mempelajari dan sering mendengarkan Dhamma (khotbah/ceramah Dhamma). Sering mendengarkan Dhamma akan menambah kebijaksanaan.
Dhammadesanā
Artinya menyebarkan atau menerangkan Dhamma. Menyebarkan dan mendengarkan Dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan.
Diṭṭhijukamma
Artinya berpandangan hidup yang benar. Pandangan hidup yang benar lahir dari pikiran yang benar. Pikiran benar adalah pikiran yang telah terbebas dari lobha, dosa, moha. Berpengertian dan berpandangan hidup yang benar berbuah dengan diperkuatnya keyakinan.
Sabbe sattā bhavantu sukhitattā
Oleh Bhikkhu Jayanando
Minggu, 06 April 2025