Patoda Sutta

 Patoda Sutta

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa

Dalam Dhamma disebutkan bahwa kehidupan tidak pasti tetapi kematian itu pasti. Kalimat ini dianggap tabu bagi orang yang tidak bijak yang selama hidupnya hanya menikmati kesenangan-kesenangan indria. Bagi orang bijak yang menyadari bahwa kematian akan terus mengintai kapan saja, ia dengan daya upayanya berusaha untuk merealisasi kebenaran Mulia.

 

Di dalam Patoda Sutta Aṅguttara Nikāya 4.133 Guru Agung Buddha memberikan perumpamaan sebagai berikut :   

“Para bhikkhu, ada empat jenis kuda yang baik yang berdarah murni terdapat di dunia. Apakah empat ini?

 

(1) “Di sini, para bhikkhu, satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan segera setelah ia melihat bayangan tongkat kendali, dengan berpikir: ‘Tugas apakah yang akan diberikan pelatihku padaku hari ini? Apakah yang dapat kulakukan untuk memuaskannya?’ Demikianlah satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni itu di sini. Ini adalah jenis pertama dari kuda yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

 

(2) “Kemudian, satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni tidak tergerak juga tidak memperoleh rasa keterdesakan segera setelah ia melihat bayangan tongkat kendali, melainkan ia tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan ketika bulunya ditepuk dengan tongkat kendali, dengan berpikir: ‘Tugas apakah yang akan diberikan pelatihku padaku hari ini? Apakah yang dapat kulakukan untuk memuaskannya?’ Demikianlah satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni itu di sini. Ini adalah jenis kedua dari kuda yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

 

(3) “Kemudian, satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni tidak tergerak juga tidak memperoleh rasa keterdesakan segera setelah ia melihat bayangan tongkat kendali, juga tidak ketika bulunya ditepuk dengan tongkat kendali, melainkan ia tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan ketika kulitnya ditepuk dengan tongkat kendali, dengan berpikir: ‘Tugas apakah yang akan diberikan pelatihku padaku hari ini? Apakah yang dapat kulakukan untuk memuaskannya?’ Demikianlah satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni itu di sini. Ini adalah jenis ketiga dari kuda yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

 

(4) “Kemudian, satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni tidak tergerak juga tidak memperoleh rasa keterdesakan segera setelah ia melihat bayangan tongkat kendali, juga tidak ketika bulunya ditepuk dengan tongkat kendali, juga tidak ketika kulitnya ditepuk dengan tongkat kendali, melainkan ia tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan ketika tulangnya ditepuk dengan tongkat kendali, dengan berpikir: ‘Tugas apakah yang akan diberikan pelatihku padaku hari ini? Apakah yang dapat kulakukan untuk memuaskannya?’ Demikianlah satu jenis kuda yang baik yang berdarah murni itu di sini. Ini adalah jenis keempat dari kuda yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

 

“Ini adalah keempat jenis kuda yang baik yang berdarah murni itu yang terdapat di dunia.

“Demikian pula, para bhikkhu, ada empat jenis orang yang baik yang berdarah murni terdapat di dunia. Apakah empat ini?

 

(1) “Di sini, para bhikkhu, satu jenis orang yang baik yang berdarah murni mendengar: ‘Di desa atau pemukiman itu seorang perempuan atau laki-laki telah jatuh sakit dan meninggal dunia.’ Ia tergerak oleh hal ini dan memperoleh rasa keterdesakan. Karena tergerak, ia berusaha dengan seksama. Dengan teguh, ia merealisasikan kebenaran tertinggi dengan tubuhnya dan, setelah menembusnya dengan kebijaksanaan, ia melihatnya. Aku katakan bahwa orang yang baik yang berdarah murni ini adalah serupa dengan kuda yang baik yang berdarah murni yang tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan segera setelah ia melihat bayangan tongkat kendali. Demikianlah satu jenis orang yang baik yang berdarah murni. Ini adalah jenis pertama dari orang yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

 

(2) “Kemudian, satu jenis orang yang baik yang berdarah murni tidak mendengar: ‘Di desa atau pemukiman itu seorang perempuan atau laki-laki telah jatuh sakit dan meninggal dunia.’ Melainkan, ia melihat sendiri seorang perempuan atau laki-laki telah jatuh sakit dan meninggal dunia. Ia tergerak oleh hal ini dan memperoleh rasa keterdesakan. Karena tergerak, ia berusaha dengan seksama. Dengan teguh, ia merealisasikan kebenaran tertinggi dengan tubuhnya dan, setelah menembusnya dengan kebijaksanaan, ia melihatnya. Aku katakan bahwa orang yang baik yang berdarah murni ini adalah serupa dengan kuda yang baik yang berdarah murni yang tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan segera setelah bulunya ditepuk oleh tongkat kendali. Demikianlah satu jenis orang yang baik yang berdarah murni. Ini adalah jenis kedua dari orang yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

 

(3) “Kemudian, satu jenis orang yang baik yang berdarah murni tidak mendengar: ‘Di desa atau pemukiman itu seorang perempuan atau laki-laki telah jatuh sakit dan meninggal dunia,’ juga ia tidak melihat sendiri seorang perempuan atau laki-laki telah jatuh sakit dan meninggal dunia. Melainkan, sanak saudara atau anggota keluarganya jatuh sakit dan meninggal dunia. Ia tergerak oleh hal ini dan memperoleh rasa keterdesakan. Karena tergerak, ia berusaha keras dengan seksama. Dengan teguh, ia merealisasikan kebenaran tertinggi dengan tubuhnya dan, setelah menembusnya dengan kebijaksanaan, ia melihatnya. Aku katakan bahwa orang yang baik yang berdarah murni ini adalah serupa dengan kuda yang baik yang berdarah murni yang tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan segera setelah kulitnya ditepuk oleh tongkat kendali. Demikianlah satu jenis orang yang baik yang berdarah murni. Ini adalah jenis ketiga dari orang yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

 

(4) “Kemudian, satu jenis orang yang baik yang berdarah murni tidak mendengar: ‘Di desa atau pemukiman itu seorang perempuan atau laki-laki telah jatuh sakit dan meninggal dunia,’ juga ia tidak melihat sendiri seorang perempuan atau laki-laki telah jatuh sakit dan meninggal dunia, juga sanak saudara atau anggota keluarganya tidak jatuh sakit dan meninggal dunia. Melainkan ia sendiri yang didera oleh perasaan jasmani yang menyakitkan, menyiksa, tajam, menusuk, mengerikan, tidak menyenangkan, melemahkan vitalitasnya. Ia tergerak oleh hal ini dan memperoleh rasa keterdesakan. Karena tergerak, ia berusaha keras dengan seksama. Dengan teguh, ia merealisasikan kebenaran tertinggi dengan tubuhnya dan, setelah menembusnya dengan kebijaksanaan, ia melihatnya. Aku katakan bahwa orang yang baik yang berdarah murni ini adalah serupa dengan kuda yang baik yang berdarah murni yang tergerak dan memperoleh rasa keterdesakan segera setelah tulangnya ditepuk oleh tongkat kendali. Demikianlah satu jenis orang yang baik yang berdarah murni. Ini adalah jenis keempat dari orang yang baik yang berdarah murni yang terdapat di dunia.

“Ini adalah keempat jenis orang yang baik yang berdarah murni itu yang terdapat di dunia.” 

 

Dari sutta yang telah dijelaskan oleh Guru Agung Buddha, hendaknya kita dapat tersadar bahwa saat ini kita masih berkumpul di sini masih memiliki kesempatan untuk melatih diri setidaknya menjaga sila dan melatih pikiran dengan Bhavana hingga akhirnya meralisasi kebenaran tertinggi.   

 

Oleh Bhikkhu Pariñño

 

Minggu, 23 Maret 2025

 

Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post