Memahami Kamma Baik dan Buruk
- Puja Bakti Sore
- March 22, 2025
- 12 minutes read
Kamma adalah hukum sebab-akibat yang mengajarkan bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensinya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertanya mengapa ada orang yang mengalami kebahagiaan atau penderitaan. Pemahaman yang benar tentang kamma akan membantu kita menjalani hidup dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab.
Pengertian Kamma dan Vipaka
Kamma berasal dari bahasa Pali yang berarti “perbuatan” atau “tindakan”. Segala sesuatu yang kita lakukan, ucapkan, dan pikirkan akan menghasilkan akibat di masa depan, baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan berikutnya. Vipaka adalah hasil dari perbuatan.
Kamma Baik dan Kamma Buruk
Kamma Baik (Kusala Kamma) : Perbuatan yang didasarkan pada niat baik, tanpa keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan kebodohan batin (moha).
Kamma Buruk (Akusala Kamma) : Perbuatan yang didasarkan pada niat buruk, penuh dengan lobha, dosa, dan moha.
Cüļa-kammavibhanga Sutta; Majjhima Nikaya 135
“Aku adalah adalah pemilik karmaku sendiri, mewarisi karmaku sendiri, lahir dari karmaku sendiri, berhubungan dengan karmaku sendiri, berlindung pada karmaku sendiri, Apapun yang kulakukan baik ataupun buruk aku akan mewarisinya.”
AŇGUTTARA NIKAYA 6.63
“O Bhikkhu, Kehendak untuk berbuat (cetanā) itulah yang aku namakan Kamma, baik dilakukan melalui jasmani, perkataan atau pikiran.”
Apa sebab adanya keburukan dan kebaikan diantara manusia ? Karena manusia bisa menjadi :
Pendek umur dan Panjang Umur.
Sering Sakit dan Jarang Sakit.
Buruk rupa dan Rupawan.
Tak berpengaruh dan berpengaruh.
Miskin dan Kaya.
Tak bermartabat dan bermartabatat.
Dungu dan Bijak.
Pandangan-pandangan keliru tentang karma :
Kamma adalah sesuatu yang buruk atau bencana.
Kamma adalah takdir yang tidak bisa diubah.
Kamma orang tua bisa turun ke anak atau diwarisi ke anak.
Kamma hanya berlaku bagi yang mempercayainya.
Kesimpulan
Kamma mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas tindakan kita sendiri. Jika ingin kehidupan yang lebih baik, kita harus menanam benih kebaikan sejak sekarang. Sebagaimana dalam Samuddaka Sutta, Saṃyutta Nikāya 11.10 (S 1. 227) “Sesuai dengan benih yang ditabur, demikian pulalah buah yang dituai. Pembuat kebajikan akan mendapatkan kebajikan, dan pembuat kejahatan akan menerima kejahatan pula.Tertaburlah olehmu biji-biji benih, dan engkau pulalah yang akan memetik buah-buah dari padanya.”
Dengan mengetahui dan memahami Hukum Kamma, maka kita dapat mengambil pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari. Pelajaran tersebut antara lain :
Keyakinan
Kepercayaan pada diri sendiri
Kemampuan
Kesabaran
Pengendalian diri
Semoga pemahaman tentang kamma ini membawa manfaat bagi kehidupan kita semua. Sabbe sattā bhavantu sukhitattā (Semoga semua makhluk berbahagia).