Praktik Bodhisattva Menurut Tradisi Pali dan Mahayana Awal Part 5

 Praktik Bodhisattva Menurut Tradisi Pali dan Mahayana Awal Part 5

Sharing Dhamma pada hari ini diawali dengan pengulangan singkat dari bagian sebelumnya mengenai asal-usul tradisi Theravada maupun Mahayana, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan lebih mendalam tentang sutra-sutra Mahayana Awal.

 

Dalam pembahasan ini, terdapat 2 teori mengenai Bodhisattva dalam Tradisi Mahayana. Teori pertama mengenai The Lay Origins Theory yang menyampaikan bahwa aliran Mahayana berawal dari gerakan umat awam. Praktik dalam teori ini lebih sederhana, seperti chanting, memperbanyak pembacaan sutta, dan melakukan pradaksina. Teori ini menggambarkan bahwa aliran Mahayana sebagai tradisi yang lebih santai. Namun, seiring ditemukannya lebih banyak naskah baru, teori ini mulai ditinggalkan karena dianggap tidak lagi relevan.

 

Teori kedua adalah Forest Hypothesis, yang menyatakan bahwa Mahayana berkembang dari kelompok Bhikkhu hutan. Hal ini didukung oleh isi Ugraparipcchā Sūtra, yang menekankan kehidupan pertapaan di hutan dan mengkritisi kehidupan keagamaan di perkotaan. Kelompok ini meyakini bahwa praktik spiritual yang lebih ketat dan mendalam di lingkungan hutan adalah cara terbaik untuk mencapai pencerahan. Pada teori kedua ini aliran Mahayana sering kali dianggap sebagai jalur praktik yang lebih ekstrem dan menantang, hanya cocok bagi mereka yang memiliki kapasitas spiritual tertentu. Namun, pada periode awal, Mahayana dan Theravāda sebenarnya masih berjalan secara sinkron dan tidak saling bertentangan dalam ajaran maupun praktiknya.

 

 

Sharing Dhamma pada hari ini diakhiri dengan penjelasan singkat mengenai Ugraparipcchā Sūtra yang akan dibahas lebih dalam pada sharing Dhamma berikutnya. Sampai jumpa pada kegiatan Puja Bakti Mahasathi yang diadakan setiap hari Minggu pukul 09.09 di Gedung Serbaguna 1 lantai 1.

Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post