Sankharupapati Sutta

 Sankharupapati Sutta

Saṅkhāruppatti Sutta (MN 120)


Sang Buddha membabarkan sutta ini di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika, kepada para Bhikkhu.

Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:

“Di sini, para Bhikkhu yang memiliki keyakinan, moralitas, pembelajaran, kedermawanan, dan kebijaksanaan, ia berpikir:

‘Oh, semoga ketika hancurnya jasmani, setelah kematian, aku dapat muncul kembali di tengah-tengah para mulia kaya.’

Ia mengarahkan pikirannya pada hal itu, bertekad condong padanya, mengembangkan aspirasi-aspirasinya, dan tekadnya yang tidak berubah ini, yang dikembangkan dan dilatih demikian, menuntun menuju kemunculan kembali di sana.

Inilah, para Bhikkhu, adalah jalan dan cara yang mengarah pada kemunculan kembali di sana.”


Di sini Sang Buddha memberikan contoh-contoh target yang diaspirasi dan mengajarkan cara untuk merealisasikannya, dari aspirasi di alam manusia, juga alam-alam deva enam, rupa brahma enam belas, dan arupa brahma empat,  hingga merealisasikan ke arah Arahatta yang tidak muncul kembali di alam mana pun.

Dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi:

  1. Saddhā — keyakinan terhadap Tiratana.

  2. Sīla — kemoralan pikiran, ucapan, dan perbuatan yang terkendali.

  3. Suta — pengetahuan Dhamma yang luas.

  4. Cāga — kedermawanan.

  5. Paññā — kebijaksanaan.


Bila mereka yang memiliki kelima syarat ini dan aspirasinya ditekadkan, dikembangkan, dan dilatih, serta syarat-syarat yang mendukungnya terpenuhi, barulah bisa berhasil.


Sabbe satta bhavantu sukhitattā.
Semoga semua makhluk berbahagia.

Sādhu, sādhu, sādhu. 🙏


Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya

https://www.dhammacakka.org

Related post